Eko Yuli Vs PB PABSI, 2 Surat Peringatan Usai Absen di Mes Kwini

Mercy Raya - Sport
Senin, 29 Mar 2021 20:10 WIB
Eko Yuli Irawan menyegel medali emas dari angkat besi di kelas 61 kg putra SEA Games 2019 Filipina, Senin (2/12).
Eko Yuli Irawan mendapatkan surat peringatan dari PB PABSI. (Foto: detikcom/Grandyos Zafna)
Jakarta -

Eko Yuli Irawan mendapat dua surat peringatan dari Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI). Ia disebut tidak pernah latihan lagi di pelatnas Kwini.

Lifter Eko diketahui jarang mengikuti latihan di pelatnas angkat besi untuk persiapan Olimpiade 2020 Tokyo. Ia lebih banyak berlatih di rumah imbas pandemi Corona.

Sehubungan itu, Eko juga dianggap membangkang karena kebutuhannya tak dipenuhi. Eko sempat meminta Lukman, eks pelatih Pelatnas angkat besi, untuk melatihnya kembali menuju multievent terbesar empat tahunan tersebut.

Lukman dianggap tepat lantaran sudah mengerti apa yang menjadi kebutuhan Eko, baik secara teknis maupun nonteknis.

Merespons permintaan Eko, PB PABSI melalui Wakil Ketua Umum PB PABSI Djoko Pramono sempat menyetujuinya. Namun belakangan, kesepakatan itu dianulir sepihak. Eko yang merasa dibohongi kesal bukan main.

Tapi ternyata bukan masalah itu saja hingga Eko enggan berlatih kembali di Pelatnas Kwini. Keterbukaan pengurus terkait adanya kabar beberapa lifter yang terpapar COVID-19 pada Januari lalu juga menjadi alasannya.

"Ya akhirnya saya enggak berani datang sampai sekarang karena COVID-19 itu," kata Eko kepada detikSport, Senin (29/3/2021).

Tapi siapa sangka persoalan yang berlarut itu berujung pada pemberian Surat Peringatan (SP) 1 PB PABSI kepada Eko. "Suratnya itu dikirimkan langsung kepada saya pada Selasa (9/3). Padahal satu hari sebelum itu saya tes doping lo. Isi SP 1 itu tentang AD/ART dan berharap saya bisa mengikuti melaksanakan aturan yang berlaku," dia menjelaskan.

"Saat itu memang saya tidak meresponsnya. Sampai akhirnya Selasa pekan berikutnya saya menerima SP kedua. Akhirnya saya balas surat tersebut dengan menembuskan juga kepada Kemenpora, KOI, dan KONI Pusat. Itu saya antarkan langsung sendiri."

Adapun salah satu isinya surat balasan itu terkait kronologis dan alasan tidak berlatih di Mes Kwini. Selain karena COVID-19, juga bentuk kekecewaan Eko karena kesepakatan dibatalkan sepihak.

"Saya sengaja menembuskan ke beberapa pihak supaya Kemenpora, KOI, dan KONI mengetahui secara rinci persoalannya baik dari saya maupun pengurus. Karena sebelumnya mereka juga telah berdiskusi dengan PB PABSI."

Atas kejadian itu, PABSI sendiri sudah melayangkan kembali respons surat terkait kronologis yang terjadi. "Intinya mereka akan menindaklanjuti permintaan pelatih tersebut tetapi menunggu persetujuan Deputi IV Kemenpora," kata Eko.

Sejauh ini Eko juga meminta KOI untuk dapat membantu pemanggilan Lukman dari Thailand sebagai pelatihnya dan direspons baik.

"Hari ini saya baru bertemu dengan KOI. Saya datang menyampaikan keinginan saya. Meskipun sempat Ketua Umum KOI (Raja Sapta Oktohari) menegur dan meminta saya untuk fokus kepada Indonesia dan bersikap profesional," ujarnya.

"Intinya KOI akan mencarikan solusi terbaik untuk saya dan akan membicarakan masalah ini kepada PABSI dan Kemenpora," Eko menutup.

Simak juga 'Momen Eko Yuli Sabet Emas SEA Games 2019':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/cas)