detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 30 Mar 2021 08:42 WIB

KOI Akan Mediasi Eko dan PB PABSI

Mercy Raya - detikSport
Eko Yuli Irawan Eko Yuli Irawan dimediasi KOI terkait masalah dengan PB PABSI. (Foto: dok.Komite Olimpiade Indonesia)
Jakarta -

Keinginan lifter Eko Yuli Irawan untuk mendapatkan pelatih Lukman dari Thailand mulai mendapat titik terang. Komite Olimpiade Indonesia disebut akan membantu memediasi kedua pihak.

Eko tengah bermasalah dengan Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI). Persoalannya karena permintaan sang juara dunia angkat besi untuk bisa dilatih Lukman, eks pelatih Pelatnas, dibatalkan sepihak.

Padahal sebelumnya PABSI telah menyetujui usulan juara Asian Games 2018 tersebut. Namun belakangan kesepakatan itu dianulir.

Imbasnya, Eko enggan berlatih di Pelatnas Kwini dan berujung pada pemberian dua kali surat peringatan oleh PB PABSI. KOI yang mengetahui permasalahan itu berupaya dengan mendengarkan permasalahan dari pihak-pihak terkait.

Usai mendengar penjelasan dari PB PABSI dua pekan lalu, KOI kemudian memanggil Eko pada Senin (29/3/2021). Dalam pertemuan itu dihadiri Sekretaris Jenderal KOI Ferry J Kono, Wakil Sekretaris Jenderal Wijaya M. Noeradi, serta Ketua Komisi Sport Development Jovinus Calvin Legawa, dan tiga anggota komite eksekutif Indra Gumulya, Teuku Arlan Perkasa, dan Rafiq Hakim.

Menurut Rafiq, KOI bakal mencari solusi terbaik agar Indonesia tidak dirugikan akibat misskomunikasi yang terjadi antara PABSI dengan Eko.

"Intinya persiapan atlet menuju Olimpiade adalah tentang Merah-Putih. Kami berusaha agar atlet yang sudah lolos kualifikasi Olimpiade tetap dipertahankan supaya bisa berkompetisi demi Indonesia," kata Rafiq dalam rilis KOI.

"Kami sudah bertemu dengan PABSI dan hari ini mendengar dari Eko. Dia sudah menerima SP kedua. Insya Allah, ada kesepakatan antara Eko dan PABSI sehingga Indonesia tidak dirugikan," ujarnya.

Rafiq sekaligus menegaskan KOI akan membantu Eko agar dapat berlatih di tempat yang layak mulai 1 April mendatang. Sambil itu, Eko masih menjalani latihan secara mandiri di rumahnya di kawasan Bekasi guna menjaga fisiknya.

"Hingga hari ini Eko masih berlatih secara mandiri dan terus dimonitor oleh teman-teman PABSI. Kami akan membantunya dan menindaklanjuti hal ini dengan PABSI dan Kemenpora," kata Ketua Komisi Sport Development, Jovinus Calvin Legawa, menambahkan.

Eko saat ini menempati peringkat dua kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 di kelas 61 kg putra. Peraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro itu hanya berada di bawah lifter China Li Fabin yang menempati peringkat pertama ranking kualifikasi.

Adapun total angkatan terbaik Eko saat ini 317 kg. Rinciannya, angkatan snatch 143 kg dan clean and jerk 174 kg. Prestasi itu ia raih saat tampil di 2018 IWF World Championship di Ashgabat.



Simak Video " Ikan Koi yang Menawan, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com