detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 31 Mar 2021 20:00 WIB

Proliga 2021 Batal Digelar, Begini Respons Pelatih dan Manajer Klub

Mercy Raya - detikSport
Pebola voli putri Jakarta PGN Popsivo Polwan, Novita Dinda (tengah) melakukan smes yang berusaha ditahan pebola voli putri Jakarta Pertamina Energi, Novi Merliana (kiri) dan Amasya Manganang (kanan) dalam pertandingan Final Four Proliga 2019 di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur, Minggu (17/2/2019). Jakarta Pertamina Energi menang dengan skor 3-1 (25-16, 20-25, 23-25, 11-25). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/aww. Proliga 2021 tak digelar, ini komentar pelakunya. (Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/aww.)
Jakarta -

Proliga 2021 resmi dibatalkan. Pelatih dan manajer klub memberikan responsnya. Seperti apa?

Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan liga tahun ini karena sampai saat ini mereka belum mendapatkan konfirmasi kerja sama dengan pihak sponsor. Padahal jika ada yang mendanai kompetisi bisa digelar Juli atau Agustus 2021.

Pelatih DKI Jakarta Muhammad Anshori telah mendengar keputusan tersebut. Ia menyayangkan namun juga legawa karena kaitannya dengan aspek penting kompetisi.

"Kalau dibilang disayangkan ya memang. Tapi kalau enggak ada sponsor ya tidak akan jalan juga. Jadi kita harus legawa lah karena memang suasana juga ada COVID-19 ini jadi mengurangi daya tarik tim," kata Anshori kepada pewarta Rabu (31/3/2021).

Menurut Anshori jika kompetisi tahun ini jalan, klub DKI Jakarta sejatinya bakal ambil bagian sebagai satu satu peserta. Apalagi timnya membutuhkan pengalaman menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua Oktober mendatang dan mematok target medali emas.

"DKI mau ikut Proliga sekalian pengalaman, kita punya target insya Allah emas tapi karena kondisinya masih labil, akhirnya dengan keadaan sekarang ini saja," ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Manajer Tim Putri BNI 46, Iman Agus Faizal. Menurutnya, manajemen sudah siap jika kompetisi dipastikan jalan.

"BNI sebenarnya sudah siap, tinggal menunggu keputusan dari PBVSI. Tapi ternyata sponsor tidak ada, ya saya tidak tahu internal mereka. Jadi ya mau dibilang apa," kata pria yang karib disapa Fafa ini, ditemui terpisah.

"Karena manajemen sebenarnya sudah setuju kok dan PBVSI kan bahasannya antara Juni atau Juli jalan. Tapi saat ditanya tanggal dan pola dengan pandemi seperti apa, belum dijelaskan, karena ini kan kaitannya dengan sosialisasi dan itu harus diutarakan di depan karena terkait anggaran," dia menjelaskan.

"Tapi kembali lagi kami menghormati keputusan PBVSI meskipun yang disayangkan ya pemainnya ini tapi saya serahkan ke PBVSI sebagai bapak cabor voli," lanjut Iman.

(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com