detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 14 Apr 2021 18:40 WIB

Lifter Triyatno di Antara Ramadhan dan Kejuaraan Asia

Mercy Raya - detikSport
Lifter Tanah Air Triyatno gagal menambah medali Indonesia di Asian Games 2018. Triyatno kalah di kelas 69 kg putra. Bertanding di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/8/2018), Triyatno hanya mampu mendapatkan total angkatan 329. Rinciannya adalah 147 untuk snatch dan untuk 182 clean and jerk. Lifter nasional Triyatno ( Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta -

Lifter nasional Triyatno merasakan hal berbeda menyambut bulan suci Ramadhan kali ini. Ia tidak bisa berbuka bersama keluarga di hari pertama lantaran ada kejuaraan.

Triyatno bersama enam lifter lainnya mengikuti Kejuaraan Angkat Besi Asia yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, mulai 16-25 April mendatang. Didampingi empat pelatih dan tim pendukung, Triyatno Cs sudah bertolak sejak Rabu (13/4), kini mereka tengah transit di Turki.

Oleh karena jeda transit dan perbedaaan waktu yang cukup panjang, empat jam, Triyatno pun memilih belum memulai puasanya. "Nanti kalau sudah di Tashkent insya Allah puasa karena sekalian diet untuk pertandingannya juga," kata Triyatno kepada detikSport, Kamis (14/4/2021).

Triyatno menambahkan, tidak ada persiapan khusus memasuki Ramadhan yang bertepatan dengan Kejuaraan Asia. Menurutnya, konsumsi suplemen dan sayur-sayuran sudah memenuhi nutrisinya menuju persiapan bertanding.

"Ada suplemen juga untuk ganti makanan berat. Nanti selesai bertanding bisa makan mi instan. Soalnya kalau bertanding di luar negeri kan kita kadang kurang cocok makanannya. Jadi sesekali tidak apa-apa," tutur atlet berusia 33 tahun ini.

Di kejuaraan yang merupakan kualifikasi Olimpiade Tokyo ini, Triyatno akan tampil di kelas 67 kg, bukan nomor yang biasa ia lakoni 73 kg. Peraih medali perunggu Olimpiade 2008 Beijing dan perak 2012 London ini mengaku turun kelas sekaligus sebagai persiapan menuju SEA Games 2021 Vietnam.

Di kelas 73 kg, Triyatno berada di peringkat 24 klasemen road to Tokyo International Weightlifting Federation (IWF). "Jadi dari sekarang harus sudah mulai dibiasakan. Tapi untuk kualifikasi Olimpiadenya bukan berarti dilepas, karena persiapannya sudah matang," dia menjelaskan.

"Selain itu, kemarin saya sempat kena COVID-19 (Januari 2021) jadi untuk angkatan saya belum sepenuhnya pulih seperti tes terakhir Desember 2020," lanjutnya.

Ia sekaligus mengungkapkan targetnya di ajang tersebut. "Do the best dan saya berharap bisa capai total angkatan 310 kg. Saya juga berdoa semoga (di bulan Ramadhan) saya berangkat dan pulang dalam keadaan sehat walafiat," ucap pria kelahiran Lampung ini.

(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com