detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 20 Apr 2021 20:20 WIB

Eko Yuli dan Tantangan Berlatih Mandiri Selama Puasa

Mercy Raya - detikSport
Eko Yuli Irawan menyegel medali emas dari angkat besi di kelas 61 kg putra SEA Games 2019 Filipina, Senin (2/12). Eko Yuli Irawan tetap latihan di bulan Ramadan (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta -

Eko Yuli Irawan dihadapkan pada tantangan besar menjalani Ramadan tahun ini. Ia mempersiapkan Olimpiade 2020 Tokyo dengan berlatih mandiri, tanpa ditopang federasi.

Usai bersoal dengan Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) lantaran keinginannya dilatih Lukman dibatalkan sepihak. Eko memang akhirnya memutuskan meninggalkan Pelatnas Kwini, Jakarta, dan memilih berlatih mandiri.

Hari-harinya pun praktis dilakukan secara sendiri. Eko sejak awal April lalu sudah memulai latihan mandiri di Empire Fit Club, GBK, Jakarta dengan program yang diberikan Lukman dari Thailand. Untuk memudahkan akses latihan Eko tinggal di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta.

"Sebenarnya puasa tahun ini sama saja. Ya, kan sudah sering menjalani latihan sambil puasa, jadi tak ada yang berubah. Ini kan cuma kondisi saja saat puasa dan tidak, tapi program latihan dan metodenya sama. Pagi sore saya tetap menjalani latihan," kata Eko kepada detikSport, Selasa (20/4/2021).

Hanya saja, sebut dia, jam latihannya yang disesuaikan. Semisal, latihan pagi dimulai pukul 10.00 atau 11.00 siang, dari semula pukul 09.00 WIB. Durasinya tetap sama dua jam. Sementara untuk sore pukul 16.00.

"Jadi tak ada tuh program jadwal berubah karena menghargai puasa, itu enggak ada. Puasa kan tergantung atletnya, yang jelas program tak berubah. Meskipun kata orang, bagaimana mau latihan kalau tidak dikasih asupan. Tapi menurut saya, tanpa tenaga saja bisa 90 persen, apalagi kena asupan? Justru ini jadi latihan saya nanti ketika mau bertanding," ujarnya.

"Tapi bukan semua jadi harus mengacu pada saya. Setiap orang kan berbeda. Tapi saya pribadi meyakini malah lebih kuat saat puasa dari pada hari-hari biasa."

Sedangkan untuk asupan makanan dan minuman lebih diatur yang bernutrisi dan bergizi. "Karena sudah mepet mau olimpiade, jadi agak dikorbankan sedikit lah. Makan bergula tidak apa-apa asal tidak berlebihan," katanya.

"Kalau saya biasanya berbuka dengan es-es, yang dingin. Makan beratnya nanti saat sahur. Toh, program inti sekarang lebih banyak di pagi, jadi energinya masih full. Sementara sorenya lebih ke tambahan, jadi satu program inti kemudian sisanya fitness," tambahnya.

Ingin Beribadah Maksimal Selama Ramadhan

Meskipun tak ada perubahan program, Eko Yuli Irawan punya harapan khusus pada Ramadhan kali ini. Ia ingin memperbaiki ibadahnya. Juara Asian Games 2018 ini mengaku masih suka bolong salat. Eko pun meniatkan diri untuk memperbaikinya di bulan suci tahun ini.

"Saat ini ingin memperbaiki salatnya dulu tapi bukan berarti mengenyampingkan prestasi ya. Artinya, kalau sudah waktunya salat, ya lakukan, setelah itu latihan lagi," kata Eko.

"Begitu pun saat sore, diusahakan selesai latihan sebelum maghrib karena waktunya pendek.

Eko Yuli Irawan juga berharap, Ramadhan tahun ini tak hanya ibadahnya semakin baik, tapi urusan persiapan Olimpiade juga dilancarkan.

"Yang pasti banyak berdoa supaya diberkahi jalannya, tujuannya, dan keputusan-keputusan yang kita ambil. Apa yang kita targetkan. Ibaratnya sekarang dari permasalahan ini kami perjuangkan semoga bisa dibuktikan dan solid. Kembali lagi semua bisa, jika Allah yang kasih," ucapnya.

"Tapi jangan sampai takabur juga. Artinya kita punya motivasi ke sana (Olimpiade) supaya diringankan saja jalannya dan diberi kekuatan untuk menyelesaikan ujian itu dengan cara bijaksana. Selain itu, target emas yang tidak hanya Eko, tim, dan pemerintah bisa tercapai."

Simak juga 'Momen Eko Yuli Sabet Emas SEA Games 2019':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com