Anggaran Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Sekitar Rp 30 M

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 24 Apr 2021 22:45 WIB
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto diperiksa KPK. Pemeriksaan itu terkait pengembangan kasus suap dana hibah di Kemenpora.
Sesmenpora Gatot S Dewabroto mengungkap anggara Olimpiade 2020 sekitar Rp 30 Miliar. ( Foto: detikcom/Ari Saputra)
Jakarta -

Anggaran kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2020 di Tokyo sekitar Rp 30 miliar. Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto yang mengungkap itu.

Gatot mengungkap angka itu sudah menyesuaikan dengan perkiraan jumlah atletnya. "Sekitar Rp 30 miliar," kata Gatot kepada detikSport, Sabtu (24/4/2021).

Menurut Gatot, anggaran itu telah disiapkan dan berdasarkan pada rencana anggaran 2020 atau ketika Olimpiade belum diputuskan mundur menjadi tahun ini karena pandemi COVID-19.

"Bahwasanya jika nanti ada dinamika (penambahan anggaran) seperti SEA Games 2019, ya wajar. Tapi sejauh ini belum ada permintaan lebih lanjut dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI)," ujarnya.

Dana itu akan dipakai untuk kebutuhan kontingen Indonesia yang berlaga di Olimpiade pada 23 Juli sampai 8 Agustus mendatang. Gatot menyebut jumlah kontingen kemungkinan di kisaran 30 orang.

"Kami menghitung itu berdasar jumlah kontingen di Olimpiade Rio sebanyak 28 orang," dia menjelaskan.

"Tapi ini kan belum fixed karena entry by name belum ditutup. Jadi dinamikanya masih berkembang," ucapnya.

Sementara itu, KOI melalui Ketua Umum, Raja Sapta Oktohari, mengaku belum mengetahui jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk multievent terbesar sejagat itu. "Soal (anggaran Olimpiade), saya belum tahu," ujarnya kepada pewarta, pada Jumat (23/4).

Sampai saat ini, Indonesia telah mengantongi empat tiket Olimpiade dari tiga cabor. Antara lain, dari atletik nomor 100 meter putra melalui Lalu Muhammad Zohri, penembak Vidya Rafika Rahmatan Toyyiban (50m rifle 3 position putri), serta dua kuota entry-by-number recurve perorangan putri dan perorangan putra.

Kontingen Merah-Putih memiliki tiket potensial lain dari angkat besi melalui lifter Eko Yuli Irawan (61 kg putra) dan Windy Cantika (49 kg putri) yang kini menempati peringkat dua dan tujuh klasemen road to Tokyo merujuk International Weightlifting Federation (IWF). Angkat besi Indonesia berpeluang menambah lifter di Tokyo karena kualifikasi baru akan ditutup Mei 2021.

Sisa potensi lainnya dari bulutangkis. Tercatat ada tujuh wakil yang masuk dalam daftar aman perburuan poin Olimpiade. Mereka ialah tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Jonathan Christie, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, serta ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Bulutangkis Indonesia masih membuka peluang mendapatkan tambahan tiket ke Olimpiade 2020 mengingat perburuan poin "Road to Tokyo" masih berlangsung. Perhitungan poin baru akan ditutup di Singapore Open pada 1-6 Juni.



Simak Video "Dukungan Warganet untuk Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)