Cuma Raih 2 Perunggu di Kejuaraan Asia, PABSI Soroti Power Lifter

Mercy Raya - Sport
Selasa, 27 Apr 2021 14:20 WIB
Rahmat Erwin Abdullah meraih perunggu di Kejuaraan Asia Angkat Besi 2021.
PB PABSI mengevaluasi pencapaian di Kejuaraan Angat Besi Asia. (Foto: dok.PABSI)
Jakarta -

Kepala bidang Pembinaan Prestasi PB PABSI, Hadi Wihardja, memberikan evaluasinya menyusul hasil dua perunggu di Kejuaraan Asia 2020. Terutama soal power.

Indonesia menurunkan tujuh lifternya di 2020 Asian Championship yang berlangsung 16-25 April 2021 di Tashkent, Uzbekistan. Mereka ialah Windy Cantika Aisyah (49 kg), Juliana Klarisa (55), dan Nurul Akmal (87) di bagian putri.

Di bagian putra ada Mohammad Yasin (67 kg), Triyatno (67), Rahmat Erwin Abdullah (73 kg) dan Muhammad Zul Ilmi (89 kg).

Namun dari jumlah lifter yang dikirim, PABSI hanya mampu mengantongi dua perunggu lewat Windy dan Rahmat Erwin. Windy meraih medali dari angkatan snatch 87 kg, sedangkan clean and jerk (102 kg) serta angkatan totalnya (189 kg) berada di peringkat empat.

Rahmat meraih perunggu dari angkatan clean and jerk dengan beban seberat 187 kg. Sedangkan angkatan snacthnya berada di peringkat kelima dengan 148 kg. Demikian juga dengan total angkatan, Erwin berada di posisi keempat dengan angkatan terbaik seberat 335 kg.

Hadi menilai perjuangan timnya belum maksimal di Kejuaraan Asia lantaran power lifternya belum sepenuhnya kembali usai terkena COVID-19. Diketahui, beberapa atlet dan pelatih pelatnas sempat terpapar virus Corona pada Januari lalu. Hal itu lantas mempengaruhi persiapan mereka menuju Kejuaraan Asia Angkat Besi.

"Jadi secara teknik mereka sudah balik semua. Cuma power belum kembali maksimal karena kemarin kita juga ada yang terkena COVID-19," kata Hadi kepada detikSport, Selasa (27/4/2021).

"Seperti Nurul Akmal, sebenarnya di latihan dia selalu masuk angkatan clean and jerk nya 140 kg. Tapi ketika masuk angkatan 147 kg, untuk angkatan cleannya kena, tapi saat melakukan jerk (lempar dan tahan) enggak kena. Itu yang dalam dua bulan ini kami perbaiki," dia menjelaskan.

Lebih lanjut Hadi menyebut akan membenahi kelemahan atletnya setelah mereka kembali latihan di mess Kwini, Senen, pekan depan. "Bisa kok (dibenahi), kami punya strategi untuk fokus ke kelemahan masing-masing," ujarnya.

Kans Perbaiki Ranking Masih Besar

Meskipun hanya meraih perunggu, Hadi mengatakan kans untuk memperbaiki peringkat di klasemen Olimpiade Tokyo tetap besar. Terlebih, Indonesia masih menyisakan satu kejuaraan dunia lagi pada akhir Mei mendatang.

Rencananya, Junior World Championships akan dimasukkan sebagai kejuaraan kualifikasi Olimpiade Tokyo. Rahmat Eriwn dan Windy mendapat kesempatan untuk tampil melalui undangan dari IWF (International Weightlifting Federation)

"IWF disebut sudah mengajukan tapi IOC (International Olympic Committee) belum menjawab. Harapan kami sih tetap masuk sehingga ada peluang untuk memperbaiki peringkat," katanya.

Saat ini, angkat besi sudah mengamankan tiket dari Eko Yuli Irawan (61 kg putra) dan Windy Cantika (49 kg putri) yang kini menempati peringkat dua dan tujuh klasemen road to Tokyo merujuk International Weightlifting Federation (IWF).

Angkat besi Indonesia berpeluang menambah lifter di Negeri Sakura melalui Triyatno (67 kg), Rahmat Erwin Abdullah (73 kg), dan Nurul Akmal (87 kg). "Ya, ini kan poin dari Kejuaraan Asia akan digabung dengan Pan-American Championship (18-25 April), kita lihat lah dua hari ini gambarannya seperti apa," ucapnya.

Di Olimpiade Tokyo, masing-masing negara hanya boleh mengikuti maksimal empat kelas dari jumlah kelas yang dipertandingkan baik kategori putra maupun putri cabang angkat besi. Sementara untuk atlet yang lolos hanya satu dari setiap negara dengan peringkat 1-8 dihitung dari hasil kualifikasi, dan 9-12 dibagi melalui zona.

(mcy/cas)