Atlet Dayung Ini Ungkap Menu Latihan Tanpa Uji Coba Internasional

Mercy Raya - Sport
Selasa, 18 Mei 2021 22:00 WIB
Mutiara Rahma Putri/Melani Putri
Mutiara Rahma Putri dan Melani Putri, atlet dayung Indonesia. (Foto: Dok. PB PODSI)
Jakarta -

Atlet dayung Indonesia, Melani Putri, tak ingin mempersoalkan ketiadaaan uji coba internasional menuju Olimpiade Tokyo. Ia tetap fokus latihan.

Bersama Mutiara Rahma Putri, Melani sempat dijadwalkan akan melakoni perlombaan sebagai persiapan akhir menuju Olimpiade pada 7-11 Juli di Ceko. Tapi rencana itu kemudian dibatalkan PB PODSI mempertimbangkan risiko serta proses karantina yang akan atletnya jalani.

"Ya, kita sadar kondisi seperti sekarang ini sangat susah menjalani try out di luar negeri karena (wabah virus) Corona. Jadi ya program latihan kita fokus di Pangalengan saja. Itu tak jadi masalah yang penting kita harus kerja keras," kata Melani kepada pewarta, Selasa (18/5/2021).

Setelah dipastikan tampil di Olimpiade Tokyo, Melani bersama Mutiara memang langsung menggeber persiapan di Situ Cileunca, Pangalengan, Jawa Barat.

Ia membeberkan program latihan yang dijalani juga cukup beragam dan berintensitas tinggi. Bahkan mereka hanya diberi libur satu hari dalam sepekan.

"Latihan sehari dua kali, kadang juga ada tiga kali, tergantung program. Misalnya sekarang dua hari, besok tiga hari. Seperti tadi tadi pagi di air, sekarang sepeda, terus mungkin sorenya (angkat) beban. Jadi beda-beda setiap harinya juga," tuturnya.

Tak hanya soal latihan fisik, pasangan atlet dayung Indonesia itu juga diminta membangun chemistry dalam latihan menuju Olimpiade Tokyo. Hal itu penting agar laju perahu bisa lebih cepat.

"Ya kita kan memang berdua beregunya. Jadi kita harus satu hati, saling support. Sama-sama kerja keras, sering sharing bareng juga," kata Melani.

"Apalagi saya posisinya di depan, jadi harus bisa atur tempo kalau belakang harus bisa mengimbangi jadi harus sama-sama. Kalau tidak sama-sama tidak akan meluncur cepat perahunya. Jadi kita punya tanggung jawab masing-masing dan harus melakukannya secara bersama-sama."

(mcy/krs)