Menpora Harap Cabor Wushu Dipertandingkan di Olimpiade 2032

Inkana Putri - Sport
Senin, 21 Jun 2021 13:11 WIB
Zainudin Amali
Foto: Kemenpora
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali resmi membuka Sirkuit Nasional Wushu Taolu Ke-2 Tahun 2021 secara virtual, Sabtu (19/6). Digelar di Yogyakarta, Sirkuit Nasional Wushu Taolu tahun ini akan berlangsung mulai 19-26 Juni 2021.

"Ketua Umum PB Wushu dan hadirin sekalian, dengan senantiasa mengharapkan ridha dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu Wa ta'ala, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Sirkuit Nasional Wushu Taolu ke-2 tahun 2021 dengan resmi saya nyatakan dibuka," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (21/6/2021).

Dalam sambutannya, Amali pun mengapresiasi Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) yang dapat menyelenggarakan kegiatan meski di tengah pandemi COVID-19.

"Semangat insan Wushu Indonesia yang dipimpin oleh Pak Ketua Umum Airlangga Hartarto tetap bergerak terus. Walaupun di tengah-tengah pandemi COVID-19. Kreativitas dan inovasi-inovasi yang ditunjukkan oleh PB Wushu Indonesia dan Pengurus Provinsi sampai di tingkat Sasana. Tentu ini sangat membanggakan dan saya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga tentu sangat senang melihat ini," ungkapnya.

Lebih lanjut Amali menyampaikan saat ini wushu juga telah masuk sebagai salah satu dari 14 cabang olahraga (cabor) unggulan dalam Grand Design Olahraga Nasional. Amali mengatakan pihaknya telah menyusun grand design bersama para stakeholder olahraga dan akademisi.

Grand design tersebut juga dibuat berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2020. Dalam hal ini, Jokowi menginginkan adanya peninjauan total terkait pola pembinaan atlet prestasi dan ekosistem olahraga nasional.

"Nah tertentu kami harus memfokuskan mana cabang olahraga yang akan kita dorong untuk bisa berprestasi di tingkat internasional. Kita tahu bahwa puncak prestasi tertinggi olahraga kita adalah olimpiade. Oleh karena itu, dari hasil diskusi tersebut kami akhirnya memutuskan kita akan berkonsentrasi kepada cabang-cabang olahraga yang mengandalkan teknik dan akurasi," paparnya.

Wushu, lanjut Amali, menjadi salah satunya cabor unggulan karena belum dipertandingkan pada event olimpiade. Selain itu, wushu dianggap berpotensi bagi Indonesia dan diharapkan berprestasi jika dipertandingkan di olimpiade.

"Sekarang ini data menunjukkan bahwa wushu sudah ada di 152 negara dan 5 benua. Sementara persyaratan dari IOC (Komite Olimpiade Internasional) minimal ada di 75 negara. Jadi ini sudah melampaui bahkan sudah 200% dari persyaratan IOC itu," tambahnya.

Meskipun demikian, Amali menjelaskan butuh dukungan dan kerja keras dari Wushu International Federation agar hal tersebut dapat terwujud.

"Saya mohon kepada ketua umum untuk mendorong terus supaya IF (International Federation) Wushu mendorong bagaimana wushu sudah bisa dipertandingkan pada olimpiade-olimpiade yang akan datang. Minimal dalam uji coba dan saya setuju kita persiapkan untuk 2032 wushu sudah menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan," harapnya.

Amali juga mengapresiasi upaya Ketua Umum Ketua Umum PB WI dan seluruh pengurus yang terus fokus dalam membina atlet-atlet junior. Ia berharap nantinya para atlet junior dapat menjadi penerus para atlet sebelumnya.

"Maka Sirkuit Nasional Wushu kedua tahun 2021 ini saya setuju ini dijadikan tempat untuk memilih calon-calon atau talenta-talenta atlet junior kita. Dengan demikian, secara berkesinambungan. Kalau atlet-atlet senior sudah segera berakhir, maka tentu atlet-atlet junior menjadi pelapis yang bisa kita harapkan beberapa tahun kedepan," katanya.

Sementara itu, Airlangga menyebut acara ini merupakan salah satu ajang kegiatan dari serangkaian program sirkuit nasional yang diikuti oleh 373 atlet junior potensial.

Para atlet tersebut merupakan hasil penyaringan dari 1.800 atlet junior pada tahun 2020 dan telah ditetapkan oleh PB Wushu. Adapun sirkuit nasional pertama telah digelar Maret lalu dan sirkuit ketiga akan dilaksanakan November 2021 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Selain itu, Airlangga mengatakan acara ini juga digelar untuk memberikan kesempatan bagi atlet senior yang mengikuti pemusatan latihan daerah (Pelatda) untuk menghadapi PON XX Papua.

"Sirkuit ini sebagai uji coba dan tentunya di situasi pandemi ini berbagai sektor termasuk kegiatan olahraga ini sangat terdisrupsi. Namun PBWI tidak berhenti dan diam untuk melakukan pembinaan termasuk melalui sirkuit ini," ujarnya.

Airlangga menambahkan bahwa di tahun 2022, PB WI mendapat penugasan sebagai tuan rumah kejuaraan dunia wushu junior. Adapun acara ini direncanakan berlangsung di akhir tahun 2022 di ICE BSD Tangerang.

PB WI juga akan mempersiapkan atlet yang akan mengikuti Asian Games di Hangzhou Cina dan Universiade di Chengdu Cina.

"Oleh karenanya, agenda tersebut harus menjadi perhatian bagi pengurus dan pelatih agar menyiapkan program dan strategi agar atlet-atlet kita dapat menorehkan prestasi terbaik dan dapat mengharumkan nama dan bangsa yang tentunya dengan berkibarnya bendera Merah Putih dan dikumandangkannya lagu Indonesia raya di setiap kegiatan yang kita ikuti," pungkasnya.

Sebagai informasi, acara ini turut dihadiri oleh Sekjen KONI Pusat, Ade Lukman, Ketua Komite Olimpiade Indonesia yang diwakili Komite Eksekutif, Bapak Wushu IGK Manila dan Ketua Wushu daerah seluruh Indonesia.

(mul/mul)