100 Hari Jelang PON Papua, Menpora Soroti Komunikasi PB dengan Sub-Sub

Mercy Raya - Sport
Kamis, 24 Jun 2021 15:10 WIB
Zainudin Amali
Menpora Zainudin Amali meminta pembenahan komunikasi di tubuh PB PON Papua. (Foto: Kemenpora)
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali menilai komunikasi antara Panitia Besar (PB) dengan sub-sub PB PON di empat klaster kurang. Pesta olahraga nasional kurang 100 hari.

Amali meminta seluruh pihak lebih intensif berkoordinasi demi kesuksesan pesta olahraga nasional ke-20 tersebut. Hal itu disampaikan politikus Golkar itu menyoal persiapan serta yang perlu dibenahi pada 100 hari jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua dalam diskusi virtual 'Mengintip Kesiapan PON XX Papua, Kamis (24/6/2021).

Menurutnya kesiapan fisik seperti venue, tempat penginapan atlet, transportasi, serta dukungan lainnya berjalan lancar. Termasuk yang menjadi tanggung jawab Kemenpora, yakni pengadaan peralatan beberapa cabang olahraga serta terkait penyelenggaraan diyakini akan selesai di waktu yang tepat.

Tapi tidak untuk nonfisik, terutama komunikasi yang menurutnya masih kurang intensif terutama antara PB PON dengan sub-sub dari empat klaster. "Saya melihat kita harus intensifkan komunikasi antara PB PON dengan sub-sub PB, karena itu yang kami lihat masih kurang," kata Amali.

"Tapi di antara lintas sektor di tingkat pusat sih, kami sangat lancar. Begitu ada keluhan dari KONI Pusat bagaimana ada komunikasi terputus, saya langsung bersurat kepada ke Kominfo. Bagimana supaya internet dikuatkan dan Puji Tuhan Menkominfo responnya cepat terhadap permasalahan," dia menjelaskan.

"Begitu pula tentang angkutan darat, transportasi, langsung direspons Menteri Perhubungan. Sebab, beredar informasi-informasi yang tidak sepenuhnya benar, contohnya semua pengemudi akan didatangkan dari luar Papua."

"Tapi saat dikonfirmasi kepada Menteri Perhubungan ternyata tak seperti itu. Mereka bilang akan dimaksimalkan pengemudi di Papua, jika kurang akan didatangkan. Jadi hal seperti ini, intinya pada komunikasi. Jika lancar semua pekerjaan seberat apapun pasti bisa."

Menteri asal Gorontalo itu pun mengimbau agar persiapan nonfisik bisa lebih diintensifkan. Ia tak ingin masalah nonfisik menjadi hambatan dalam penyelenggaraan PON.

"Sebab, begitu tersumbat pasti dampaknya akan kemana-mana. Jadi kami dorong terus. KONI Pusat akan mengundang PB PON untuk koordinasi lebih lancar lagi. Jadi persiapan fisik saya kira tidak ada masalah sampai pada test event, cuma nonfisik yang harus lebih diintensifkan lagi," dia menegaskan.

PON Papua akan berlangsung 2-15 Oktober dengan mempertandingkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabor, serta 679 nomor pertandingan. Adapun lokasi pertandingan akan berlangsung di empat klaster yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, serta Merauke.

(mcy/cas)