Ini Jadwal Keberangkatan Kontingen Indonesia ke Olimpiade Tokyo

Mercy Raya - Sport
Jumat, 02 Jul 2021 17:30 WIB
A man wearing a protective mask to help curb the spread of the coronavirus pauses near a banner of Tokyo 2020 Olympic at Narita International Airport Tuesday afternoon, June 1, 2021, in Narita, east of Tokyo. A state of emergency in Tokyo, Osaka and other prefectures was last week extended until June 20 as COVID-19 cases continue to put the medical system under strain.(AP Photo/Eugene Hoshiko)
Ini Jadwal Keberangkatan Kontingen Indonesia ke Olimpiade Tokyo (AP)
Jakarta -

Indonesia akan mengirimkan 28+1 atlet ke Olimpiade Tokyo 2020. Penerbangan akan dibagi menjadi lima kloter.

Kontingen Indonesia yang dipimpin Chef de Mission (CdM) Rosan P Roeslani berjumlah 84 orang, yakni 54 orang merupakan atlet dan official dan 30 lain di antaranya adalah tim dokter, masseur, dan atase.

Khusus atlet, Indonesia memberangkatkan 28+1 atlet yang akan tampil pada delapan cabang olahraga (cabor), yakni bulu tangkis (11), panahan (4), menembak (1), rowing (2), angkat besi (5), renang (2), atletik (2), dan surfing (1+1 alternated athlete).

Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry J. Kono menjelaskan, saat ini belum ada perubahan terkait jadwal keberangkatan Kontingen Indonesia ke Tokyo. Keberangkatan terbagi menjadi 5 kloter.

Pertama, tim bulu tangkis yang menjalani training camp di Kumamoto pada 8 Juli, dilanjutkan advance team (15 Juli).

Ketiga adalah panahan, menembak, rowing, surfing, angkat besi, serta renang pada 17 Juli. Keempat adalah Presiden NOC Indonesia, CdM bersama tim pada 20 Juli, dan terakhir adalah atletik pada 24 Juli.

"Berdasarkan jadwal itu kami sebenarnya sudah memberikan spare 5 hari sehingga tetap memiliki waktu karena rata-rata atlet Indonesia bertanding 24 Juli. Jika pun ada perubahan, mungkin yang harus dipikirkan adalah kloter terakhir," kata Ferry dalam keterangan tertulisnya.

"Terpenting, kami ingin membuat Kontingen Indonesia aman saat masuk Tokyo dan berada di sana sehingga kami bisa memberikan kenyamanan bagi semuanya, baik masyarakat lokal dan seluruh pihak yang berparitisipasi di Olimpiade Tokyo," ujarnya.

Panitia Penyelenggara Olimpiade (TOCOG) telah memberi aturan ketat untuk seluruh kontingen yang datang ke Tokyo, termasuk atlet yang mengikuti training camp. Regulasi karantina yang diterapkan dibagi berdasarkan tingkat kasus COVID-19 di negara peserta. Mulai awal Juli, Indonesia masuk Grup II Bersama Bangladesh, Mesir, Malaysia, Uganda, dan Inggris.

"Itu info non-official karena kami belum menerima surat resmi TOCOG. Tapi yang perlu menjadi catatan adalah klasifikasi regulasi karantina ini fluktuatif, sehingga kami berharap PPKM Darurat Jakarta-Bali yang diterapkan pemerintah bisa membuat kasus turun dan Indonesia tak lagi berada di Grup II seperti Vietnam (yang sebelumnya masuk Grup II), " Ferry mengungkapkan.

Aturan karantina yang berlaku di Grup II adalah atlet dan official wajib tes selama tiga hari beruntun sebelum berangkat ke Jepang. Saat tiba, kontingen diwajibkan membatasi kontak fisik dengan delegasi dari negara lain. Ini juga berlaku untuk tim yang datang lebih dulu untuk aklamatisasi.

Sementara saat penyelenggaraan, semua yang terlibat akan dilakukan tes saliva selama tiga hari pertama sejak kedatangan di Jepang. Setelahnya TOCOG juga memberlakukan tes rutin dengan durasi ditentukan sesuai dengan perannya masing-masing.

Tim Indonesia untuk Olimpiade Tokyo mendapat dukungan penuh dari Walls dan Li-Ning sebagai sponsor utama. Walls merupakan satu-satunya perusahaan yang konsisten mendukung partisipasi Indonesia di multievent sejak Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Sementara komitmen Li-Ning untuk Kontingen Merah Putih berjalan sejak 2020.

(mcy/aff)