Menpora Tunggu Respons Istana Soal Pelepasan Kontingen Olimpiade

Mercy Raya - Sport
Kamis, 01 Jul 2021 18:10 WIB
Menpora Zainudin Amali
Menpora Tunggu Respons Istana Soal Pelepasan Kontingen Olimpiade (Foto: dok Kemenpora)
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali menunggu respons Istana terkait rencana pelepasan kontingen Olimpiade Indonesia, baik itu tanggal maupun lokasinya.

Menurut politikus Golkar tersebut, memang ada rencana pengukuhan dan pelepasan dilakukan pada Senin (5/7/2021). Namun, keputusan tetap diserahkan kepada Presiden RI Joko Widodo.

"Kami sudah berkirim surat kepada Bapak Presiden (Joko Widodo) tapi waktu dan tempat kami serahkan kepada beliau. Jadi belum ada keputusan 5 Juli itu," kata Amali dalam jumpa pers virtual, Kamis (1/7/2021).

Dipilihnya waktu pengukuhan dan pelepasan kontingen Olimpiade Indonesia pada 5 Juli tak lepas dari rencana tim Bulutangkis Indonesia yang akan berangkat lebih dulu untuk menjalani training camp di Kumamoto, Jepang, pada 8 Juli 2021. Sedangkan, sisa atlet lainnya akan menyusul keberangkatannya.

"Jadi memang harapannya KOI 5 Juli, tapi di surat kami, kami serahkan kepada Bapak Presiden. Kami juga memberitahukan bahwa ada sebagian atlet kami yang sudah berangkat 8 Juli yaitu bulutangkis. Jadi menunggu saja dari pihak Istana seperti apa, baik tanggal maupun tempatnya," ujarnya.

Tak hanya terkait waktu dan lokasi, pengukuhan dan pelepasan juga berpotensi dilakukan secara online karena pemberlakukan PPKM darurat mulai Jumat (3/7).

Menyoal itu, Menpora asal Gorontalo itu juga tak ingin berspekulasi. Tapi ia menekankan apapun konsepnya, online atau offline, yang terpenting esensi dari acara tersebut sampai kepada para atlet.

"Belum bisa (dipastikan konsepnya online atau offline) karena situasinya seperti sekarang dan belum bisa dipastikan seperti apa bentuknya. Apakah langsung atau melalui Zoom, atau seperti apa, dan kapannya kita masih menunggu jawaban dari pihak Istana," dia menuturkan.

"Tapi melihat situasi sekarang yang sedang tidak bagus, kami juga tidak bisa memaksakan diri dilepas secara langsung. Kita harus juga tahu bahwa penyebaran virus, apalagi varian baru ini lebih cepat. Saya kira kita menunggu saja arahan dari Istana. Kalau toh akhirnya online atau virtual tak mengurangi esensi dukungan kepala negara terhadap para atlet yang akan berangkat," dia menegaskan.

"Jadi online atau offline? kita siapkan saja keduanya itu. Kita kan sudah terbiasa dengan cara-cara seperti itu. Setelah pandemi ini kehidupan normal baru ini kita sudah menyesuaikan, jadi kita menunggu saja," tutupnya.

Lihat juga video 'Konsumsi-Jualan Minuman Beralkohol di Venue Olimpiade Tokyo Dilarang!':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/aff)