Naturalisasi Diperketat, Menpora Nilai Kualitas Atlet Lokal Tak Jauh Beda

Yudistira Imandiar - Sport
Selasa, 06 Jul 2021 17:35 WIB
Kemenpora
Foto: Kemenpora
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali menyatakan naturalisasi bagi semua atlet di berbagai cabang olahraga akan diperketat. Amali ingin potensi atlet Indonesia lebih dioptimalkan, ketimbang mengandalkan pemain naturalisasi.

"Untuk naturalisasi akan saya perketat untuk semua cabang olahraga. Kita akan lihat seberapa besar urgensinya. Sebaiknya memanfaatkan potensi yang ada," tegas Amali dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2021).

Ia menjelaskan pemerintah ingin membangun prestasi berdasarkan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang sudah disusun bersama stakeholder olahraga saat ini. Rancangan tersebut bertujuan mengasah kualitas dari berbagai cabang olahraga.

"Tidak boleh lagi kita mengharapkan prestasi secara instan, itu tidak bagus untuk pembinaan prestasi jangka panjang yang berkesinambungan," sebut Amali.

Khusus untuk naturalisasi di cabang olahraga sepakbola, Menpora menilai hal itu tidak terlalu efektif dalam pembentukan Tim Nasional. Sebab, ia menilai kualitas pemain yang dinaturalisasi tidak terlalu berbeda dengan pemain asli dalam negeri.

"Pada saat turnamen pra musim Piala Menpora yang lalu, saya sangat serius memperhatikan kualitas pemain naturalisasi itu. Mereka belum bisa jadi panutan bagi para pemain asli kita," ungkap Amali.

Ia menyoroti pada salah satu pertandingan justru pemain naturalisasi tidak memberi contoh bermain sepakbola dengan baik sampai pemain tersebut harus dikeluarkan oleh wasit karena terkena kartu merah.

"Yang lebih mengecewakan lagi ada pemain naturalisasi yang dipanggil untuk memperkuat Timnas yang akan bertanding di luar negeri malah beralasan macam-macam dan pulang ke kampung halamannya," beber Amali.

Ia pun sangsi akan nasionalisme dari pemain naturalisasi yang enggan berjuang untuk Timnas Indonesia.

"Dia sekadar main sepakbola saja tapi jiwa patriotisme dan nasionalisme rendah, sangat beda dengan pemain yang memang asli lahir, besar dan hidupnya di Indonesia," cecar Amali.

(mul/mpr)