Ini Pesan Penting untuk Kontingen Olimpiade Indonesia

Mercy Raya - Sport
Rabu, 07 Jul 2021 18:10 WIB
Sekretaris Jenderal KOI Ferry J Kono
Sekjen KOI, Ferry J. Kono, menitip pesan untuk kontingen Olimpiade Indonesia. (Foto: dok KOI)
Jakarta -

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menegaskan tak akan membawa atlet yang terpapar COVID-19, pada 14 hari sebelum keberangkatan ke Tokyo.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal KOI, Ferry J. Kono, dalam jumpa pers virtual pada Rabu (7/7/2021), terkait antisipasi seandainya ada atlet yang terpapar positif virus Corona jelang Olimpiade Tokyo 2020.

"Jika ada atlet yang 14 hari sebelum keberangkatan terpapar maka kami usulkan tidak diberangkatkan," kata Ferry.

Kendati begitu, Ferry dapat memastikan, para atlet dan ofisial yang sudah masuk dalam daftar KOI dalam keadaan sehat. KOI disebutnya bakal terus memonitor atet dan ofisial untuk terus melakukan tes kesehatan secara berkala.

"Karena jika nanti ada yang terpapar COVID-19 dan tetap berangkat akan merugikan atlet Indonesia secara keseluruhan," tuturnya.

Tak hanya mengantisipasi kesehatan kontingen Indonesia sejak masih berada di Tanah Air, KOI juga sudah membuat langkah-langkah jika ada atletnya yang terpapar saat tiba di Tokyo.

"Terkait jika ada atlet yang positif akan langsung dicek siapa saja kontak erat selama di perjalanan. Misalnya, orang yang duduk di sebelah kiri atau kanan, dan sempat ngobrol dengan siapa. Kelompok orang ini kemudian akan diwawancara," dia menjelaskan.

"Jika hasilnya sama-sama positif, maka kelompok ini akan dibawa ke wisma atlet dengan mobil terpisah dan langsung menuju klinik. Di sana akan dilakukan PCR test, tapi andai hasilnya tetap positif maka akan dirujuk ke rumah sakit yang telah ditentukan pemerintah Jepang."

"Tapi kami harapkan kontingen Indonesia dalam keadaan sehat dan tetap menjaga diri dan memakai masker di penerbangan. Dengan begitu hal-hal yang tidak kita khawatirkan tidak terjadi," imbaunya.

Ferry sekaligus menjelaskan bahwa Indonesia kini masuk dalam kategori I sebagai negara dengan risiko COVID-19 tinggi. Untuk itu, kontingen Olimpiade Indonesia diwajibkan melakukan rapid test berturut-turut selama tujuh hari.

Adapun tes yang dilakukan tak harus PCR, melainkan bisa menggunakan metode Swab Antigen atau metode lainnya. Sedangkan PCR test diwajibkan pada saat 96 jam sebelum keberangkatan," tuturnya.

Selain itu, setibanya atlet di Jepang, para atlet dan ofisial diminta untuk meminimalkan interaksi atau kontak interaksi dengan negara lain selama di wisma atlet.

"Kalaupun bicara dengan sesama itu standarnya 1 meter sehingga kita tiga hari ini wajib karantina dalam konteks tetap bergumul dengan sesama kontingen Indonesia. Ketika melakukan aktivitas menuju tempat latihan pun, pastikan jamnya hanya digunakan kontingen Indonesia, mulai dari transportasi, tempat latihan dan wisma atlet," pungkas Ferry.



Simak Video "Sekelompok Kecil Aksi Protes Olimpiade Tokyo 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)