Sudah Empat Atlet Positif COVID-19 di Kampung Olimpiade Tokyo

Yanu Arifin - Sport
Kamis, 22 Jul 2021 05:00 WIB
TOKYO, JAPAN - JUNE 20: A general view of the athletes room replica during press preview of the Village Plaza as part of the Olympic and Paralympic Village media tour on June 20, 2021 in Tokyo, Japan. About a month before the opening ceremony of the Tokyo 2020 Olympic Games, preparations for the games are progressing in various places including the athlete village, however, opponents are continuing protests over the situation of COVID-19 and operation costs. (Photo by Takashi Aoyama/Getty Images)
Wisma atlet Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Getty Images/Takashi Aoyama)
Tokyo -

Kasus positif virus corona yang menjangkiti atlet di kampung Olimpiade Tokyo 2020 terus bertambah. Kini, sudah empat atlet tertular.

Dilansir Marca, ada delapan kasus terkonfirmasilima atlet yang batal tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Mereka adalah Fernanda Aguirre (Taekwondo/Chile), Cindy Jacobs (skateboard/Belanda), Pavel Sirucek (Tenis Meja/Ceko), dan Amber Hill (menembak/Britania Raya).

Salah satu dari mereka kabarnya ketahuan positif saat sudah berada di kampung atlet. Adalah Jacobs yang sudah berada di wisma atlet.

Positifnya Jacobs membuat sudah empat atlet terpapar virus corona di kampung Olimpiade Tokyo 2020. Sebelumnya ada dua pesepakbola Afsel Thabiso Monyane dan Kamohelo Mahlatsi, serta pemain voli pantai Ceko, Ondej Perui, yang terkonfirmasi tertular saat sudah berada di mess atlet.

Di antara para atlet yang baru terkonfirmasi positif, Amber Hill menjadi yang cukup terpukul. Juara dunia di nomor skeet itu gagal tampil di Olimpiade pertamanya.

"Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan bagaimana perasaan saya saat ini. Setelah lima tahun berlatihan dan mempersiapkan diri, saya sangat kecewa untuk mengatakan tadi malam saya menerima tes positif COVID-19, yang artinya saya harus mundur dari tim penembak Britania Raya. Meski saya tidak memiliki gejala apa pun, saya sekarang akan mengisolasi sesuai arahan Pemerintah," katanya.

"Saya ingin mendoakan yang terbaik untuk semua tim Britania Raya, yang berada di Tokyo, terutama tim menembak sangat memberi dukungan sepanjang karier saya. Saya akan bangkit setelah ini, tetapi sekarang saya perlu waktu untuk merenungkan dan menerima apa yang telah terjadi," ujar atlet berusia 23 tahun itu.

Olimpiade Tokyo 2020 dengan kondisi gelembung biosecure, di mana atletnya akan dites setiap hari. Namun, maraknya kasus positif membuat sistem gelembung itu diklaim sudah bocor.

Simak juga video 'Olimpiade Tokyo Akan Dibuka saat Jepang Masih Darurat Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(yna/raw)