Atlet Ini Dulunya Nganggur, Kini Berebut Medali di Olimpiade 2020

Bayu Baskoro - Sport
Rabu, 28 Jul 2021 17:15 WIB
GLASGOW, SCOTLAND - JULY 28: Cyrille Tchatchet of Cameroon competes in the mens 85kg weightlifting at the Clyde Auditorium during day five of the Glasgow 2014 Commonwealth Games on July 28, 2014 in Glasgow, United Kingdom.  (Photo by Jeff J Mitchell/Getty Images)
Atlet angkat besi Tim Olimpiade Pengungsi, Cyrille Thcatchet. (Foto: Getty Images/Jeff J Mitchell)
Tokyo -

Jalan hidup manusia tidak ada yang tahu. Contohnya saja Cyrille Thcatchet, mantan pengangguran yang kini berjuang memperebutkan medali di Olimpiade 2020.

Thcatchet adalah atlet angkat besi Refugee Olympique Team (ROT) alias Tim Olimpiade Pengungsi dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020. Lifter 25 tahun itu lolos mewakili ROT pada Juni 2021 dan akan bertarung di kelas 96kg putra.

Thcatchet sendiri aslinya merupakan atlet angkat besi Kamerun dan pernah membela negara tersebut pada ajang Commonwealth Games 2014 di Glasgow, Skotlandia. Namun, dia memilih untuk tidak kembali ke Kamerun dan kabur ke Inggris.

Ada alasan tersendiri mengapa Cyrille Thcatchet, yang saat itu berusia 19 tahun, tidak mau balik ke negara asalnya. Menurutnya, Kamerun tidak dalam kondisi aman untuk ditinggali.

Thcatchet kemudian hidup terlunta-lunta di jalanan Brighton, Inggris. Dia tidak memiliki rumah untuk ditinggali, sehingga terpaksa berteduh di kolong jembatan selama dua bulan lamanya.

Tidak hanya itu, Thcatchet juga tak punya uang lantaran dirinya menganggur selama hidup di jalanan. Kondisi tersebut bahkan membuatnya jatuh dalam depresi, sampai-sampai dia sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

"Saya sudah sampai titik di mana saya berpikir, 'Mengapa saya melakukan ini? Kenapa saya membuang-buang waktu? Lebih baik bunuh diri saja'. Saya hidup di bawah jembatan di kota dan negara baru. Saya tidak kenal siapa-siapa," kata Thcatchet, dilansir dari laman Olimpiade.

Takdir Thcatchet berubah 180 derajat ketika dirinya menghubungi sebuah lembaga yang memberi dukungan kepada penderita penyakit mental. Dari situ, dia dianjurkan untuk meminta suaka perlindungan.

Sembari menunggu permohonan suakanya diterima, Thcatchet ditempatkan dalam rumah penampungan yang ada di Birmingham. Kesehatan mentalnya mulai membaik di sana dan dia kembali menemukan hasratnya di bidang olahraga angkat besi.

Thcatchet mulai berlatih di klub lokal dan mengikuti perlombaan regional Inggris. Setelah merebut gelar juara pada kelas 94kg dan 96kg, dia mendapat beasiswa khusus atlet pengungsi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Sebagian dana tersebut digunakannya untuk persiapan ke Olimpiade 2020. Thcatchet bertarung memperebutkan medali di kelas 96kg putra pada Sabtu (31/7/2021).

"Salah satu mimpi bagi seluruh atlet adalah tampil di Olimpiade. Saya senang bisa mewakili Tim Olimpiade Pengungsi di Tokyo," pungkasnya.

Pencapaian Cyrille Thcatchet tidak hanya berhenti sampai di situ. Dia juga berhasil melanjutkan pendidikan perawat dan kesehatan mental hingga jenjang sarjana di Middlesex University. Luar biasa!



Simak Video "Kasus Baru Melonjak! Corona Varian Delta Hantui Olimpiade Tokyo"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/mrp)