Sena Irie Terinspirasi Manga, Kini Raih Emas Tinju di Olimpiade Tokyo

Adhi Prasetya - Sport
Selasa, 03 Agu 2021 20:00 WIB
TOKYO, JAPAN - AUGUST 03: Womens Feather (52-57kg) gold medalist Sena Irie of Team Japan poses with her medal during the Victory Ceremony on day eleven of the Tokyo 2020 Olympic Games at Kokugikan Arena on August 03, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Dan Mullan/Getty Images)
Sena Irie berfoto dengan medali emas yang diraihnya. Foto: Getty Images/Dan Mullan
Jakarta -

Sena Irie sukses memenangi medali emas tinju putri kelas bulu di Olimpiade Tokyo 2020. Kemenangannya diharapkan mendobrak stigma bahwa tinju hanya untuk anak bengal.

Irie menang angka 5-0 atas Nesthy Petecio (Filipina) di babak final yang digelar di Ryƍgoku Kokugikan, Selasa (3/8/2021). Hasil ini menjadikan dirinya wanita Jepang pertama yang menyumbangkan medali emas Olimpiade lewat tinju.

Di negaranya, tinju memang kalah populer dari judo. Itu sebabnya tak banyak petinju Nippon yang sukses di Olimpiade. Tercatat hanya 6 atlet sepanjang sejarah yang pernah meraih medali, dan Irie merupakan wanita pertama.

Gadis 21 tahun ini berharap, kemenangannya akan membuka mata gadis-gadis di Jepang bahwa tinju juga bisa menjadi jalan untuk berprestasi. Selain itu, ia ingin menghapus citra keras dan barbar dari tinju yang melekat di pikiran orang Jepang.

"Ketika kamu mendengar seorang gadis seperti saya ikut bertinju, kamu mungkin berpikir saya adalah orang yang kasar dengan temperamen buruk atau semacamnya," ujar Sena Irie, dikutip Japan Times.

"Tapi saya dan rekan-rekan di tim nasional punya kepribadian yang lembut, jadi semoga (medali emas) ini bisa membantu mengubah persepsi tersebut," lanjut Irie.

TOKYO, JAPAN - AUGUST 03: Nesthy Petecio (red) of Team Philippines exchanges punches with Sena Irie of Team Japan during the Women's Feather (54-57kg) final on day eleven of the Tokyo 2020 Olympic Games at Kokugikan Arena on August 03, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Dan Mullan/Getty Images)Sena Irie saat bertanding melawan Nesthy Petecio di final kelas bulu tinju putri Olimpiade Tokyo. Foto: Getty Images/Dan Mullan

Terinspirasi manga hingga ingin bekerja di perusahaan game

Seperti halnya banyak pesepakbola yang terinspirasi dari Captain Tsubasa, keinginan Irie menjadi petinju berasal dari sebuah manga (komik Jepang) berjudul Ganbare Genki.

Manga yang terbit di pertengahan 1970-an itu bercerita tentang Genki Horiguchi yang dibesarkan seorang ayah petinju, dan ingin mengikuti jejaknya. Membaca manga tersebut di sekolah dasar membuat Irie bertekad menjadi petinju.

Ia kemudian mulai berlatih di Sugar Knuckle Boxing Gym di daerah asalnya, Tottori. Sewaktu nomor tinju putri mulai diperkenalkan di Olimpiade London 2012, jalan untuk Irie pun semakin terbuka lebar.

13 tahun lamanya Irie memupuk asa, berlatih tinju untuk menjadi atlet berprestasi. Pada Maret 2020, ia mendapat slot tampil di Olimpiade Tokyo. Meski tertunda setahun karena pandemi COVID-19, ia tetap berhasil meraih emas.

Meski begitu, Irie rupanya tak ingin terus-terusan menggantungkan hidup dari bertinju. Selepas kuliah, ia malah ingin memutuskan pensiun. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswi di Nippon Sport Science University.

"Saya ingin menghiasi karier saya dengan kemenangan, jadi saya bisa menyelesaikan karier tinju saya ketika lulus kuliah. Saya suka video game, jadi kayaknya keren kalau saya bisa diterima bekerja di perusahaan game," jelas Sena Irie.

Simak juga Video: Sosok Huswatun Hasanah, Jago Tinju Indonesia yang Mendunia

[Gambas:Video 20detik]



(adp/krs)