Hidup Sederhana, Peraih Emas Olimpiade Ini Tolak Hadiah Rumah dan Uang

Yanu Arifin - Sport
Selasa, 10 Agu 2021 19:40 WIB
Quan Hongchan of China pose for a photo after winning gold medal in womens diving 10m platform final at the Tokyo Aquatics Centre at the 2020 Summer Olympics, Thursday, Aug. 5, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Dmitri Lovetsky)
Quan Hongchan meraih medali emas untuk China di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Dmitri Lovetsky/AP)
Maihe -

Quan Hongchan, peraih emas Olimpiade Tokyo 2020, membuat publik China bersimpati. Meski hidup sederhana, ia menolak bantuan rumah dan uang.

Hongchan menjadi salah satu sorotan di Olimpiade T0kyo 2020, yang baru saja tuntas akhir pekan lalu. Ia membawa China menyabet emas dari cabang loncat indah.

Ia memenangkan medali emas dari kategori papan 10 meter. Dan hebatnya, atlet putri itu masih berusia 14 tahun, dan tengah menjalani Olimpiade pertamanya.

Terlepas suksesnya di Olimpiade Tokyo 2020, Hongchan menjadi idola baru publik China karena kepribadiannya. Itu setelah terbongkar kehidupannya.

Hongchan rupanya punya latar belakang hidup sederhana. Ibunya cuma rumah tangga, dan sedang sakit akibat kecelakaan pada 2017. Keluarganya cuma hidup dari ayahnya, yang bekerja sebagai petani jeruk.

Setelah sukses di Olimpiade, Hongchan menuai banyak bantuan karena banyak yang merasa peduli kepadanya. Ia menjadi viral di China.

Desa tempat tinggalnya di Maihe, Provinsi Guangdong, mendadak menjadi desa wisata karena banyak yang ingin mengunjunginya. Vlogger dan penggemar telah berbondong-bondong ke desa yang kurang dikenal ini dan membuat pusing keluarga dan tetangga Quan di sepanjang jalan. Kerumunan telah mengganggu rutinitas harian kota dan menghambat upaya pengendalian epidemi ketika China berjuang dalam pertempuran Covid-19 terbesarnya sejak tahun lalu.

Rumahnya juga tak henti-hentinya kebanjiran hadiah berkat kesuksesannya di Olimpiade Tokyo 2020. Dari mulai makanan ringan, hingga ada yang memberi keluarganya rumah dan uang tunai mencapa 200 ribu yuan, atau setara Rp 443 juta.

"Saya berterima kasih kepada mereka karena telah datang. Tapi saya tidak mengambil apa-apa. Saya tidak mengambil sepeser pun," kata ayah Quan Hongchan, Quan Wenmao, seperti dilansir Asia One.

"Mereka cukup mengirim salam. Tidak perlu datang ke sini. Itu mengganggu hidup mereka dan kita juga, bukan?" katanya, mengkhawatirkan penyebaran virus corona di tengah pandemi.

Hongchan sendiri mengaku belajar loncat indah karena ingin membantu ibunya. Ia mulai belajar menyelam di Sekolah Olahraga Zhanjiang di Guangdong ketika usia 7 tahun dan kabarnya berlatih diving sampai 400 kali setiap harinya.

"Ibuku sedang sakit. Saya tidak tahu penyakit apa yang dia derita karena saya tidak tahu bagaimana mengucapkan karakter itu," katanya.

"Saya hanya ingin menghasilkan uang untuk berobat. Saya perlu menghasilkan banyak uang untuk menyembuhkan penyakitnya," katanya.

(yna/krs)