Capaian Kontingen RI di Olimpiade Tokyo Dinilai Sudah Bagus

Angga Laraspati - Sport
Kamis, 12 Agu 2021 13:52 WIB
Ketua Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) Pusat, Prof Syahrial Bakhtiar MPd
Foto: Kemenpora
Jakarta -

Pada Olimpiade Tokyo 2020 kemarin, Indonesia menempati peringkat 55 dengan raihan 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Walau begitu, Ketua Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) Pusat, Prof Syahrial Bakhtiar menilai capaian kontingen Indonesia sudah bagus.

Menurut Syahrial, apa yang dicapai tim Indonesia pada olimpiade tahun ini sudah luar biasa, apalagi di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang melanda hampir seluruh negara. Ia berharap ke depan prestasi para atlet bisa lebih baik lagi seiring dengan adanya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

"Saya kira capaian kontingen Indonesia sudah bagus, apalagi di tengah pandemi COVID-19. Banyak agenda yang tertunda, kondisi tersebut pasti berpengaruh terhadap kondisi atlet Indonesia," kata Syahrial dalam keterangan tertulis, Kamis (12/8/2021).

Menurutnya, Indonesia yang menempati posisi 55 di Olimpiade Tokyo 2020 saat ini disebabkan oleh banyaknya kejutan yang diukir negara yang pada OlimpĂ­ada Rio de Janeiro 2016, bahkan tidak masuk rangking, tetapi pada perhelatan kali ini mereka banyak meraih medali.

"Semua negara pasti punya perhitungan masing-masing dan untuk Olimpiade banyak terjadi kejutan. Indonesia yang sudah berhasil mendapatkan lima medali emas sudah luar biasa. Markus/Kevin misalnya, yang ditarget bisa medali emas ternyata gagal, dan berhasil ditebus oleh ganda putri Greysia/Apriyani," tuturnya.

Sebagai Ketua ISORI dirinya bersama masyarakat Indonesia berharap hasil Olimpiade tahun ini bisa menjadi batu lompatan untuk prestasi olahraga Indonesia ke depan lebih baik lagi. Apalagi pemerintah, melalui Kemenpora sendiri sudah memiliki Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang bisa menjadi fondasi untuk kemajuan olahraga Indonesia.

"Saya berharap masyarakat olahraga juga ikut senang dengan adanya Desain Besar Olahraga Nasional yang akan menjadi landasan bagi kemajuan olahraga Indonesia, dan itu harus dilaksanakan sampai 2045," ujarnya.

"Di DBON semua sudah disiapkan dengan baik dan jangka waktu yang panjang. Kita masih ada waktu untuk menyiapkan proses pembinaan dengan baik. Semoga Olimpiade Paris 2024 nanti bisa membuahkan hasil dari DBON ini," sambungnya.

Selepas Olimpiade Tokyo 2020, ISORI juga sangat mendukung langkah-langkah Kemenpora yang ada dalam DBON tersebut. Seperti, meningkatkan kebugaran jasmani masyarakat, literasi fisik atlet, identifikasi bakat, penggunaan sport science, dan memaksimalkan sentra olahraga di daerah.

"Saya yakin jika itu semua dijalankan dengan baik dan bisa sinergi seluruh stakeholder olahraga, maka prestasi olahraga di Indonesia akan maju," katanya.



Simak Video "Yang Bisa Dinantikan di Upacara Penutupan Olimpiade Tokyo 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)