Paralimpiade Tokyo 2020: Doa Presiden Jokowi agar Pulang Bawa Medali

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 14 Agu 2021 12:30 WIB
TOKYO, JAPAN - MAY 06: A huge semi-sphere with the logos of the Tokyo Olympics and Paralympics, displayed on the side of a driving school building, looms over neighbouring houses on May 6, 2021 in Tokyo, Japan. Tokyos governor, Yuriko Koike, is expected to request that the citys current state of emergency be extended to May 31 as the city and other parts of the country experience a surge in COVID-19 cases. With just under three months remaining until the Olympic Games, concern continues to mount over the feasibility of hosting the event amid the ongoing pandemic. (Photo by Carl Court/Getty Images)
Paralimpiade Tokyo 2020: Doa Presiden Jokowi agar Pulang Bawa Medali. Foto: (Getty Images/Carl Court)
Jakarta -

Presiden RI Joko Widodo menitipkan doa dan penyemangat agar kontingen Indonesia yang tampil di Paralimpiade Tokyo 2020 bisa membawa pulang medali ke Tanah Air.

Pesan itu ia titipkan kepada Menpora Zainudin Amali yang mengukuhkan dan melepas para atlet Indonesia yang bakal tampil di multiajang olahraga empat tahunan mulai 24 Agustus sampai 5 September.

Pada acara olahraga terbesar di dunia yang dikhususkan untuk atlet difabel itu, Merah Putih mengirimkan 23 atlet dari tujuh cabang olahraga. Mereka semua sudah mempersiapkan diri sejak Oktober 2020.

"Salam hangat dari Bapak Presiden Joko Widodo, beliau menyampaikan salam buat Ketua Umum, CdM, atlet, pelatih dan tenaga pendamping, serta seluruh kontingen Indonesia," kata Amali dalam sambutannya Sabtu (14/8/2021).

"Disertai doa dan dukungan dari Bapak Presiden semoga kontingen Indonesia berhasil pada perhelatan Paralimpiade Tokyo dengan membawa medali dari hasil pembinaan ini," lanjutnya.

"Insya Allah bila waktu memungkinkan Bapak Presiden akan menerima langsung kontingen yang nanti kembali dari Tokyo," ujar Amali.

Sebelumnya, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia mematok target satu medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu. Medali-medali itu diharapkan datang dari cabang para badminton, para powerlifting, para table tennis, dan para athletics.

NPC juga berharap, Indonesia bisa memperbaiki peringkat dengan masuk 60 besar dunia di Paralimpiade Tokyo 2020 dari sebelumnya berada di urutan ke-76.

Sementara itu, Menpora Amali berharap para atlet yang terpilih mewakili bangsa Indonesia di multievent empat tahunan itu bisa bertanding secara maksimal.

"Paralimpiade adalah ajang tertinggi dari perhelatan olahraga dari para atlet paragames kita. Belum tentu nanti di Paris 2024 Anda akan terpilih, Anda akan berangkat, Anda akan mewakili negeri ini, oleh karena itu, saya minta Paralimpiade Tokyo tahun ini harus Anda anggap sebagai Paralympic terakhir yang Anda ikuti," katanya.

Politikus Golkar ini juga meminta agar para atlet bisa menggunakan kesempatan tampil di Paralimpiade sebagai peluang terakhir. Hal ini penting untuk memacu semangat para atlet agar tampil habis-habisan dan sampai di titik terakhir.

"Jangan berpikir, 'kalau saya tidak maksimal, saya tak serius, masih ada Paris 2024'. Belum tentu. Perjalanan waktu akan menentukan karena persaingan makin ketat dan saingan Anda semakin banyak," Amali menuturkan.

"Oleh karena itu gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan anggap ini kesempatan Anda terakhir untuk berprestasi dengan demikian akan muncul semangat dan rasa harus berprestasi dan kembali ke Tanah Air dengan penuh kebanggaan dari seluruh rakyat Indonesia. Itu harapan dan pesan saya," ujarnya.

(mcy/krs)