ADVERTISEMENT

Jendi Pangabean Antusias Hadapi Paralimpiade Kedua di Tokyo

Mercy Raya - Sport
Senin, 16 Agu 2021 11:45 WIB
Jendi Pangabean
Jendi Pangabean tak sabar berlaga di Paralimipade Tokyo 2020. (Foto: Mercy Raya/detikSport)
Jakarta -

Atlet paraswimming Jendi Pangabean antusias menghadapi Paralimpiade Tokyo 2020. Dia ingin membalaskan kegagalannya lima tahun lalu di Rio de Janeiro.

Indonesia meloloskan 23 wakilnya ke Paralimpiade yang berlangsung 24 Agustus hingga 5 September di Tokyo, Jepang.

Jendi salah satu yang dipersiapkan akan tampil di nomor 100 meter gaya punggung S9 pada 30 Agustus mendatang. Ia akan terbang ke Tokyo bersama rekannya, perenang putri Syuci Indriani di kloter pertama pada 17 Agustus mendatang.

Sejauh ini, persiapan Jendi sudah masuk prapertandingan sehingga ia tinggal memantapkan teknik saja. "Dari segi latihan sudah persiapan prapertandingan jadi secara program kami tinggal memantapkan saja. Sprint-sprint lagi. Secara mental juga karena ini multievent tertinggi jadi mentalnya harus benar-benar siap," kata Jendi kepada detikSport.

Jendi mengaku selama persiapan menuju Paralimpiade banyak hal yang menjadi kendala apalagi di masa pandemi COVID-19. Menjalani latihan terbatas karena banyak tempat latihan yang tutup dan kejuaraan-kejuaraan yang terpaksa dibatalkan.

Tapi di sisi lain, peraih emas Asian Para Games 2018 ini juga mendapat berkah tersendiri. Apalagi setelah Paralimpiade diputuskan ditunda setahun.

"Pada saat 2020 sebenarnya saya belum bisa dipastikan lolos atau tidak karena limitnya kemarin belum masuk. Limit waktu untuk tampil di Paralimpiade 2020 1 menit 06 detik. Akhirnya, saya ikut single event world series di Italia pada Juni lalu dan tembus 1,05 detik. Makanya lolos," kata Jendi menjelaskan.

Menyoal persaingan di Paralimpiade, Jendi yang akan menjalani kesempatan kedua mentas di multievent terbesar di dunia ini, mengakui bakal lebih ketat. "Karena semakin ke sini (tahunnya) pasti banyak atlet-atlet baru yang bermunculan. Apalagi ini Paralimpiade hanya atlet terbaik yang turun tentu bakal lebih ketat."

Meskipun begitu, kata perenang satu kaki ini, hal itu tak menyurutkan motivasinya untuk memberikan hasil yang terbaik. Terlebih sebelumnya ia pernah tampil di Paralimpiade Rio 2016 dan terhenti di babak penyisihan usai mencatatkan waktu 1,08 detik.

"Pelatih dan tim sih tidak menargetkan medali yang penting maksimal dan memberikan hasil terbaik. Cuma melihat hasil di Olimpiade kemarin itu jadi motivasi buat kami. Kita kan enggak tahu, kita berkembang atau orang lain berkembang. Semua pasti ada kemungkinan," kata perenang kelahiran Sugih Waras, 10 Juni 1991 ini.

"Jadi harapannya nanti di Paralimpiade saya bisa dapat best time dan lolos final. Mudah-mudahan Tuhan mengizinkan bisa lebih baik raih medali," ujar Jendi.

Jendi merupakan atlet andalan Indonesia. Sebelumnya tampil di Paralimpiade, ia merupakan langganan medali emas di multievent Asia Tenggara dan Asia.

Pada SEA Games 2017, ia meraih medali emas untuk nomor 100 meter gaya punggung S9, 200 meter gaya ganti, 400 meter gaya bebas 34 poin, estafet 4x100 meter gaya bebas, dan 4x100 meter gaya ganti.

Pada Singapura 2015, Jendi mengantongi tiga medali emas dari 100 meter gaya punggung S9, 200 meter gaya ganti perorangan SM9, 4x100 meter gaya bebas 34 poin, dua emdali perak (100 meter gaya kupu-kupu S9 dan 400 meter gaya bebas S9) serta medali perunggu dari 100 meter gaya bebas SM8).



Simak Video "Momen Video Call Jokowi Bersama Peraih Medali Emas Paralimpiade Tokyo"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT