Paralimpiade Tokyo 2020: Kans Medali Para Renang Indonesia Habis

Mercy Raya - Sport
Selasa, 31 Agu 2021 10:05 WIB
TOKYO, JAPAN - MAY 06: A huge semi-sphere with the logos of the Tokyo Olympics and Paralympics, displayed on the side of a driving school building, looms over neighbouring houses on May 6, 2021 in Tokyo, Japan. Tokyos governor, Yuriko Koike, is expected to request that the citys current state of emergency be extended to May 31 as the city and other parts of the country experience a surge in COVID-19 cases. With just under three months remaining until the Olympic Games, concern continues to mount over the feasibility of hosting the event amid the ongoing pandemic. (Photo by Carl Court/Getty Images)
Foto: (Getty Images/Carl Court)
Jakarta -

Indonesia dipastikan tak menambah medali dari cabang Para Renang di Paralimpiade Tokyo 2020, seiring laju Syuci Indriani yang terhenti di babak penyisihan.

Syuci menjalani perlombaan terakhir di Tokyo Aquatics Centre, pada Selasa (31/8/2021). Tampil di nomor women's 200 M individual medley SM 4, Syuci finis di urutan ke-4.

Syuci Indriani membukukan waktu 2:40.46 detik atau terpaut 13.62 detik dari posisi pertama atlet RPC, V. Shabalina yang berhasil mencatatkan waktu 2:26.84 detik.

Sedangkan peringkat kedua dan ketiga direbut atlet Australia P. Leonhardt dan A. Van Rijswijk. Masing-masing membukukan waktu 2:32.70 detik dan 2:39.10 detik.

Meski begitu yang lolos ke final hanya peringkat pertama dan ketiga pada heat dua. Sementara di heat satu, dua perenang yang lolos direbut atlet Austria J. Falk dengan catatan waktu 2:02.08 detik dan posisi kedua diraih perenang Hong Kong Chan Y.L. Catatan waktunya hanya selisih 0.19 dari Falk.

Sedangkan heat ketiga atlet Britania Raya berjaya setelah meraih ranking satu dan dua. Ialah B. Firth dan J.J Applegate yang mencetak waktu 2.27.16 detik dan 2.31.48 detik. Tiga atlet lain yang juga lolos kualifikasi berasal dari Swedia, Jepang, dan Australia.

Kekalahan Syuci di babak penyisihan Paralimpiade Tokyo 2020 ini menjadi kali ketiga. Sebelumnya, Syuci juga gagal melaju ke final di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putri S14 setelah finis di urutan keenam pada Rabu (25/8).

Begitu pun saat ia tampil di nomor 100 meter gaya dada putri SB14. Dia finis di urutan keenam di babak penyisihan usai mencatat waktu 1 menit 24,06 detik di Tokyo Aquatics Centre, pada akhir pekan lalu.

Nasib serupa dialami perenang Jendi Pangabean yang berlomba di nomor 100 meter gaya punggung S9 pada Senin (30/8). Ia juga terhenti di babak penyisihan setelah menempati peringkat lima dengan catatan waktu 1:07.10 detik.

Kegagalan Syuci secara otomatis menutup peluang para swimming Indonesia menyumbang medali Paralimpiade Tokyo 2020. Di multievent terbesar di dunia tahun ini, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia hanya meloloskan dua perenang saja.

(mcy/krs)