NPCI Tasikmalaya Bangga 2 Atletnya Sabet Medali Paralimpiade

Deden Rahadian - Sport
Senin, 06 Sep 2021 02:08 WIB
Tasikmalaya -

Prestasi membanggakan ditorehkan dua orang atlet Paralimpiade asal Tasikmalaya, Hary Susanto dan Dheva Anrimusthi. Keduanya meraih medali di Paralimpiade 2020.

Hary Susanto yang berlaga dari nomor ganda campuran SL3-SU5 menyumbangkan medali emas. Atlet 46 tahun itu berpasangan dengan Leani Ratri Oktila mengubur ambisi pasangan Prancis, Lucas Mazur/Faustine Noel, 23-22, 21-17 pada partai final yang berjalan ketat di Yoyogi National Stadium, Tokyo Minggu (5/9/2021).

Sementara itu, Dheva Anrimusti yang turun di nomor tinggal putra SU5 meraih medali perak. Dheva harus mengakui keunggulan pebulutangkis Malaysia, Cheah Liek Hou, pada partai final.

"Alhamdulillah bersyukur atlet dari NPCI Kabupaten Tasikmalaya sukses meraih medali di ajang Paralimpic Games 2020 Tokyo Jepang. Ketua NPCI Kabupaten Tasikmalaya Hary Susanto meraih medali emas bersama pasangannya Leani Ratri," kata Dudus Dustiana, Wakil Ketua NPCI Kabupaten Tasikmalaya.

"Kami bangga pada Dheva yang juga berprestasi dengan meraih perak. Keduanya merupakan atlet badminton kebanggaan Tasikmalaya yang mengharumkan nama bangsa Indonesia," Dudus menambahkan.

"Bersyukur dari tiga atlet NPCI Kab. Tasik, Hary dan Dheva bisa menyumbang medali masing-masing sekeping medali emas dan perak. Ini buah dari kedisiplinan, kesabaran, ketangguhan dan kerja keras mereka menjalani pelatnas," ujarnya.

Seorang atlet NPCI Kabupaten Tasikmalaya bernama Ukun Rukaendi gagal menyumbang medali. Meski demikian, NPCI tetap bangga dengan perjuangan pria gaek yang sudah berusia kepala lima itu.

NPCI turut mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Tanah Air, utamanya warga Kabupaten Tasikmalaya dan Pemkab Tasikmalaya yang senantiasa memberi semangat dan doa untuk perjuangan Ukun Cs selama ini.

"Pak Ukun Rukaendi di mata pengurus NPCI tetaplah sebagai pemenang. Dia banyak memberikan motivasi untuk juniornya sampai berhasil dan berikan kebanggaan bagi kaum disabilitas," pungkas Dudus.

Ketiga atlet badminton Paralimpiade asal Kabupaten Tasikmalaya ini masih berada di Tokyo. Mereka belum dijadwalkan pulang ke Tanah Air dan menunggu karantina.

(bay/rin)