Demi Keselamatan, UFC Harus Secepatnya Larang Oblique Kick

Afif Farhan - Sport
Kamis, 09 Sep 2021 16:15 WIB
BEIJING, CHINA - NOVEMBER 24:  (L-R) Martin Day kicks Liu Pingyuan of China in their bantamweight bout during the UFC Fight Night event at Cadillac Arena on November 24, 2018 in Beijing, China.  (Photo by Emmanuel Wong/Getty Images)
Ilustrasi (Getty Images/Emmanuel Wong)
Jakarta -

Oblique kick menjadi bahan perbincangan panas saat ini di UFC. Banyak pihak menilai, harusnya jurus tendangan itu segera dilarang!

Terbaru, Modestas Bukauskas kalah TKO dari Khalil Rountree di UFC Vegas 36 akhir pekan kemarin. Dirinya menderita cedera karena tendangan oblique kick yang dilancarkan Rountree.

Jurus oblique kick sendiri memang jarang dipakai oleh para petarung UFC. Cuma Jon Jones, eks juara light heavyweight yang suka memakainya dan selalu memicu kontroversi.




Oblique kick alias tendangan samping ini mirip-mirip dengan push kick. Bedanya, sasarannya adalah area di atas lutut yang mampu menyebabkan cedera serius.

Sendi lutut bisa robek dan karier petarung bisa saja tamat lebih cepat!

Eks petarung UFC yang kini jadi analisis MMA, Chael Sonnen angkat suara soal perdebatan oblique kick. Baginya, oblique kick sejatinya memang jurus yang berbahaya.

"Oblique kick bertujuan untuk menghancurkan lutut lawan. Ini bukan gerakan untuk menjaga jarak atau semacamnya," terangnya dalam akun Youtube pribadinya.

Chael Sonnen melanjutkan, UFC sebagai kompetisi MMA paling populer di dunia harus memprioritaskan keselamatan atlet. Sejatinya, aturan dan larangan soal jurus atau gerakan tertentu dapat diperbarui mengingat potensi cedera yang parah.

"Di New Jersey, jurus memukul dengan sikut itu dilarang karena bagi komisi olahraga setempat itu adalah gerakan yang berbahaya. Sebab, pukulan sikut dengan mudah merobek kulit lawan," terangnya.

"Pihak penyelenggaran olahraga MMA harus memperbarui aturan setiap waktunya. Walau tentu, ada perdebatan sana-sini," tambahnya.

Oblique kick sendiri sulit untuk ditebak gerakannya. Biasanya, petarung yang melakukan jurus ini menutup jarak dengan lawan dan langsung menyerang tanpa harus melakukan ancang-ancang khusus.

Celakanya, visualisasi lawan yang menerima oblique kick tidak akan sempurna. Berbeda dengan low kick atau high kick, yang mana lawan mampu menangkap transformasi gerakannya.

"Oblique kick adalah jurus yang akan menghentikan pertarungan dan bisa saja menghentikan karier lawan selamanya," tutupnya.

(aff/pur)