Oblique Kick, Jurus yang Jadi Kontroversi di UFC

Afif Farhan - Sport
Rabu, 08 Sep 2021 19:35 WIB
SYDNEY, AUSTRALIA - NOVEMBER 19:  Elias Theodorou (R) of Canada kicks Daniel Kelly (R) of Australia in their middleweight bout during the UFC Fight Night at Qudos Bank Arena on November 19, 2017 in Sydney, Australia.  (Photo by Mark Kolbe/Getty Images)
Ilustrasi oblique kick (Getty Images)
Jakarta -

Satu isu yang lagi hangat di UFC adalah jurus oblique kick. Tendangan yang mengincar area paha di dekat lutut ini bisa bikin karier petarung tamat!

Oblique kick lagi ramai dibicarakan terkait pertarungan Khalil Rountree vs Modestas Bukauskas pada UFC Vegas 36 di akhir pekan kemarin. Di ronde kedua, Rountree menang TKO.

Rountree melancarkan oblique kick yang membuat Bukauskas terjatuh dan kesakitan. Wasit menghentikan pertarungan dan Rountree didaulat jadi pemenang.

Selepas laga tersebut, oblique kick ramai lagi jadi kontroversi dan mengundang perdebatan. Jurus tendangan ini haruskah dilarang dalam UFC?

Dilansir detikSport dari berbagai sumber, adalah komentator Joe Rogan yang mempopulerkan nama oblique kick. Tepatnya, kala jurus ini jadi andalan eks juara light heavyweight, Jon Jones pada tahun 2013.

Oblique kick sebenarnya mirip-mirip dengan push kick. Di mana, petarung akan melancarkan tendangan lurus ke depan namun sasarannya bukan badan melainkan paha bagian luar dekat lutut dari kaki lawan.

Dengan oblique kick, lawan akan terhenti langkahnya. Jurus ini juga mampu mengacaukan ritme serangan lawan.

SYDNEY, AUSTRALIA - NOVEMBER 19:  Elias Theodorou (R) of Canada kicks Daniel Kelly (R) of Australia in their middleweight bout during the UFC Fight Night at Qudos Bank Arena on November 19, 2017 in Sydney, Australia.  (Photo by Mark Kolbe/Getty Images)Contoh tendangan push kick, bedanya kalau oblique kick sasarannya lebih rendah (Getty Images/Mark Kolbe)

Akan tetapi pada prosesnya, oblique kick justru membuat cedera yang parah. Salah seorang dokter ortopedi di Amerika Serikat yang sudah lama mengurus para petarung MMA, David Abbasi menjelaskan kalau oblique kick sangat berbahaya!

"Tendangan itu mengincar bagian di dekat lutut dan melancarkan energi yang besar. Lutut tidak akan mampu menahan serangan yang kuat dan berakhir dengan cedera yang serius," jelasnya seperti dilansir dari MMA Junkie.

"Oblique kick menyebabkan ACL (anterior cruciate ligament) merengang, merusak bagan tengah lutut, dan bisa bikin ligamen menjadi robek. Cedera yang dihasilkan akan membutuhkan operasi ortopedi dan harus beristirahat dalam jangka waktu yang panjang," jelasnya.

Oleh sebab itu, para petarung UFC kembali bersuara soal oblique kick. Beberapa petarung menyebut, kalau jurus tersebut harus dilarang demi keselamatan para petarung. Namun tak sedikit pula, yang menilai jurus itu sah-sah saja.

Modestas Bukauskas lewat media sosial pribadinya ikut bersuara. Bukauskas yang jadi korban oblique kick malah mengutarakan kalau dirinya yang salah karena tidak mengantisipasinya dengan baik.

"Ligamen saya rusak karena saya tidak bertahan dengan baik. Biarkan Khalil Rountree menikmati kemenangannya," jelasnya.

Pihak UFC masih belum menanggapi soal kontroversi oblique kick. Sejauh ini, oblique kick memang tidak masuk dalam kategori 'gerakan terlarang'.

(aff/krs)