Lifter Nurul Akmal Bidik Dua Target di PON Papua

Mercy Raya - Sport
Selasa, 21 Sep 2021 19:23 WIB
Nurul Akmal of Indonesia drops the barbell during a lift, in the womens +87kg weightlifting event at the 2020 Summer Olympics, Monday, Aug. 2, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Luca Bruno)
Lifter Nurul Akmal Bidik Dua Target di PON Papua (AP)
Jakarta -

Lifter Aceh Nurul Akmal mengungkapkan dua target di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua ke-20. Selain meraih emas, ia diharapkan bisa menebus kegagalan angkatannya saat tampil di Olimpiade.

Nurul akan tampil di kelas +87 kg pada 9 Oktober mendatang. Ia menyebut persiapannya sudah mencapai 98 persen. Nurul tinggal mematangkan kesiapan sebelum berangkat ke Bumi Cendrawasih bulan depan.

"Persiapan aman. Saya sudah latihan intensif setibanya di Jakarta usai Olimpiade kemarin," kata Nurul kepada detikSport, Selasa (21/9/2021).

Sepulangnya dari Tokyo 4 Agustus lalu, Nurul Akmal memang langsung mengalihkan fokusnya ke PON Papua. Dia bahkan tak sempat pulang dan bergabung dengan kontingen Aceh karena waktu persiapan menuju multiajang olahraga empat tahunan itu mepet. PON dihelat mulai 2 sampai 15 Oktober.

"Selain karena pandemi, juga supaya persiapan saya lebih fokus menuju PON. Kalau pulang lagi pasti perjalanannya memakan waktu dan acara lainnya. Jadi diputuskan tak pulang dulu. Nanti saat mau berangkat ke Papua baru bergabung dengan tim Aceh, itupun bertemu di bandara Jakarta," dia menjelaskan.

Nurul memutuskan mengambil langkah ini supaya mendapatkan hasil maksimal saat bersaing di PON nanti. Bagaimanapun, target yang dibidik Nurul tidak main-main. Meski tanding di level nasional, ia diharapkan mampu mengangkat enam angkatan tanpa gagal dan merebut medali emas.

"Insya Allah, yang tidak terangkat di Olimpiade, bisa terangkat di PON. Pokoknya enam angkatan harus kena semua, meskipun nanti misalnya jumlah total angkatannya tidak sampai seperti Olimpiade," ujarnya.

Nurul di Olimpiade meraih peringkat kelima dari 10 lifter yang tampil. Dia membukukan angkatan total 256 kg. Jumlah itu diperolehnya dari 115 angkatan snatch 115 kg dan 141 kg untuk angkatan clean and jerk. Nurul sejatinya bisa mengangkat lebih dari itu, andai dua angkatan clean and jerk 151 kg dan 154 kg tidak gagal.

"Makanya di PON nanti diharapkan bisa meraih hasil yang lebih baik. Sebab, pesaingnya juga ada nanti dari Kalimantan Barat, jambi , dan Riau. Melihat hasil mereka saat pra PON cukup tinggi, 230 kg dan 245 kg. Pra PON itu 2019 dan sekarang sudah 2021, artinya mereka setiap hari latihan, jadi saya menjaga saja agar angkatan total supaya enggak turun banget nanti saat di PON," ujarnya.

(mcy/aff)