Comeback Manis Emilia Nova di PON Papua Usai Naik Meja Operasi

Femi Diah - Sport
Rabu, 06 Okt 2021 05:25 WIB
Emilia Nova, PON Papua
Emilia Nova menyabet emas di PON XX/2021 Papua. (Foto: Femi Diah/detikcom)
Timika -

Medali emas PON XX/2021 Papua amat berarti bagi Emilia Nova. Sebagai bukti, atlet DKI Jakarta itu betul-betul pulih usai menjalani operasi tulang belakang.

Emil, sapaan karib Emilia Nova, sukses menggenggam medali emas dari nomor andalannya, lari gawang 100 meter putri. Tampil di di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Selasa (5/10/3021), Emil mencatatkan waktu 13,74 detik.

Catatan waktu itu bukan best time-nya, dengan rekor 13,33 detik, yang dibuat di Asian Games 2018 Jakarta. Tetapi, sudah melebihi target yang dipancang sebelum terbang ke Mimika.

Emil memang tidak mematok waktu untuk melewati waktu terbaiknya di PON kali ini. Tiga bulan lalu, dia naik meja operasi di RS Bintaro Premier.

Sering merasa sakit pinggang, Emil menjalani X-ray, MRI, dan CT Scan. Dari pemeriksaan itu, dia atlet 26 tahun tersebut dinyatakan mengalami fraktur dan spondylolisthesis di L4 atau kondisi tulang belakang bergeser dari posisi normal.

Sekitar dua bulan lebih dia minim aktivitas. Bahkan, di awal periode usai operasi, Emilia Nova dilarang membungkuk.

Pelari gawang DKI Jakarta Emilia Nova (045) melakukan selebrasi seusai finish pertama pada final 100 meter lari gawang PON XX Papua di Stadion Atletik, Mimika Sport Complex, Selasa (5/10/2021). PB PON XX Papua / Rommy PujiantoPelari gawang DKI Jakarta Emilia Nova (045) melakukan selebrasi seusai finish pertama pada final 100 meter lari gawang PON XX Papua di Stadion Atletik, Mimika Sport Complex, Selasa (5/10/2021). PB PON XX Papua / Rommy Pujianto (Foto: Dok. PB PON XX Papua / Rommy Pujianto)

"Usai operasi saya nangis terus, sebab biasanya mandiri saat itu semua harus dibantu. Mandi, pakai sepatu, mengambil ini dan itu. Setelah operasi salah satu terapinya dilarang bungkuk," kata Emilia usai perlombaan.

Apalagi, banyak yang bilang karier sebagai atlet biasanya habis atau sulit untuk mencapai penampilan terbaik setelah operasi. Bukannya pesimistis, Emil justru tertantang untuk membuktikan mampu bangkit. Apalagi, keluarga, pelatih, PB PASI, dan KONI DKI mendukung seluruh langkah Emil dalam menjalani masa pemulihan.

"Setelah menjalani operasi saya tetap berada di pelatnas dan mama diizinkan untuk mendampingi saya selama dua bulan," ujar Emil.
Selain orang tua, Emil juga tetap didampingi pelatih dan psikolog. Tetapi, justru psikolog merasa tidak perlu bekerja keras untuk memotivasi Emil untuk comeback.

Lagipula, dokter yang menangani Emil menyebut proses pemulihan Emil dalam trek yang benar. Pen tidak bergeser.

"Tiga pekan menjelang PON, saya mulai berlatih. Fokusnya untuk memulihkan trauma, makanya pelatih tidak memberikan banyak koreksi dalam latihan itu. Saya dibiarkan asal tidak takut menghadapi gawang," kata Emil.

Emil yakin saja, gawang-gawang yang sudah menemani hari-harinya tidak akan mencelakainya. Dia yakin, gawang-gawang itu adalah karibnya untuk pulih kembali. Keyakinan dan fokus itu terjawab pada final lari 100 meter gawang putri di PON Papua. Emilia Nova menggondol emas.

"Selain itu, kuncinya warna rambut ini, hijau. Selain gaya, ini sekaligus buat mengintimidasi lawan hehehe," kata Emil.

(fem/yna)