Rencana Luhut agar Stadion Atletik Mimika Tidak Mangkrak Usai PON Papua

Femi Diah - Sport
Rabu, 06 Okt 2021 06:30 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan di Mimika Sport Center
Luhut Binsar Pandjaitan di Mimika Sport Center, di sela-sela PON XX Papua. (Foto: Femi Diah/detikSport)
Mimika -

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Luhut Binsar Pandjaitan mencari cara agar Stadion Atletik Mimika Sport Center tidak mangkrak usai PON XX/2021. Caranya, menggandeng PT Freeport Indonesia membangun pusat pelatihan atletik, khusus atlet-atlet yang berasal dari Indonesia Timur.

Stadion Atletik MSC merupakan stadion baru di Mimika. Stadion ini mewah dan komplet dengan tribune penonton beratap dengan kapasitas penonton 3.400 orang.

Berkaca kepada stadion bekas PON, ada di antaranya yang rusak tidak terawat. Penyebabnya adalah karena fasilitas tidak digunakan lagi selepas 'hajatan' selesai.

Luhut tidak ingin kondisi serupa terjadi di Stadion Atletik itu. Dia berencana menjadikan Stadion Atletik itu sebagai kawah candradimuka atlet atletik di kawasan Indonesia timur, Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, maupun Nusa Tenggara Barat.

Akan ada lima nomor perlombaan cabang olahraga atletik yang menjadi fokus pelatihan, yakni 100 meter, 200 meter, 400 meter, lempar lembing, dan tolak peluru.

"Tadi kami sepakat bahwa atletik ini harus maju. Kami akan buat training center di Mimika agar ini terus digunakan," ujar Luhut di GOR Mimika Sport Complex, Mimika, Papua, Selasa (5/10/2021).

"Nanti akan ada 25 atau beberapa puluh atlet sekolah di sini, nanti sponsor oleh Freeport, dan kami akan berikan satu pelatihan untuk atlet-atlet kita," ujar Luhut.

Luhut juga menginstruksikan agar PB PASI menyiapkan pelatih berkualitas dengan diutamakan dari mantan atlet. Para pelatih itu akan 'disekolahkan' di negara lain untuk meng-upgrade pengetahuan dan pengalaman.

"Untuk pelatih kami siapkan. Sekarang kami rekrut bekas-bekas atlet yang bagus. Mungkin mau kami kirim ke China atau ke Jamaika atau dari Jamaika kemari dan juga Kenya, untuk pelari jarak jauh," kata Luhut.

Selain pusat pelatihan, Luhut juga berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan para atlet. Dia menyebut ada pembelajaran yang berfokus pada pendidikan matematika, fisika, bahasa Inggris, dan wawasan kebangsaan sehingga para atlet akan memiliki masa depan yang cerah.

Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk membangun sumber daya manusia Papua di bidang olahraga.

"Kami meyakini bahwa pengembangan olahraga adalah bagian dari pengembangan sumber daya manusia, dan fokus program-program PT FI adalah program kesehatan dan pendidikan. Pendidikan ini termasuk juga dalam pendidikan olahraga untuk membina atlet," kata Tony.



Simak Video "Mau Nonton Langsung PON XX Papua? Simak Syaratnya di Sini"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/raw)