Respons Menpora soal Ancaman Sanksi Badan Antidoping ke Indonesia

Mercy Raya - Sport
Jumat, 08 Okt 2021 18:15 WIB
Menpora Zainudin Amali
Foto: Kemenpora
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali merespons ancaman sanksi terhadap Indonesia dari Badan Antidoping Dunia (WADA).

Menurut Amali, WADA telah mengirimkan surat kepada Indonesia melalui Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) pada 15 September lalu. Dalam surat tersebut dijelaskan Indonesia dianggap tidak patuh karena tidak menjalankan rencana tes doping yang seharusnya dilakukan pada tahun lalu.

"Kami memang merencanakan akan memberikan sample itu menyesuaikan perencanaan yang kami buat sebelumnya. Tetapi kami tak menyangka pada Maret terkena COVID-19 dan itu berkepanjangan sampai sekarang, sehingga tak ada kegiatan olahraga yang bisa kita jadikan sample untuk uji doping," kata Amali dalam jumpa pers virtual, Jumat (8/10/2021).

"Inilah yang menyebabkan tidak terpenuhi sample itu. Kemudian kenapa tak terpenuhi, karena direncanakan itu by name dan itu tak boleh berubah. Sementara yang sudah direncanakan untuk diambil samplenya ada yang sedang bertanding di luar negeri, baik kualifikasi olimpiade dan single event lainnya. Sedangkan di dalam negeri tak ada pertandingan," ujarnya.

Amali mengatakan tengah berupaya untuk melakukan klarifikasi kepada WADA dengan mengirimkan surat balasan pada Jumat (8/10). WADA disebut Amali memberikan waktu selama 21 hari sejak surat diterima.

"Jadi masih ada waktu. Tetapi kami gerak cepat hari ini dan kami langsung koordinasi dengan WADA dan mudah-mudahan dengan adanya surat dari kami bisa ada pembicaraan lebih lanjut," ujarnya.

Menyoal reapons yang telat ditanggapi, pemerintah menyebut LADI baru mengalami perubahan restrumturisasi pada organisasinya.

"Saya juga baru tahu teguran itu tadi. Kami berusaha melakukannya dengan baik dan mudah-mudahan kita benahi semua manajemen internal LADI," kata Menpora asal Gorontalo ini.

"Tapi saya optimistis setelah ini clear untuk 2021 terpenuhi sampel diambil dari PON. Karena banyak nomor pertandingan sampel yang bisa diambil dan saya tidak khawatir. LADI dan pemerintah akan komitmen patuhi semua rules, tetapi kami jelaskan tentang kendala yang kami hadapi di dalam negeri."

Secara terpisah, saat dihubungi detikSport, Eks Ketua LADI Zaini K Saragih mengklaim bahwa pada periodenya dulu ada beberapa peringatan dari WADA yang diterima pihaknya.

"Cuma waktu zaman saya kita respons sehingga hukumannya tidak jatuh," ujarnya.

"Saya sudah bilang ke pergantian pengurus ini harus hati-hati karena banyak potensi dan masalah di LADI. Tapi mungkin belum diatasi masalahnya. Ya, mungkin ya," kata Zaini.

(mcy/krs)