Menpora Yakin Indonesia Masih Bisa Jadi Tuan Rumah Kejuaraan

Mercy Raya - Sport
Jumat, 08 Okt 2021 19:10 WIB
Menpora Zainudin Amali
Foto: Kemenpora
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali optimistis Indonesia masih bisa menggelar event-event olahraga internasional, terkait dengan ancaman sanksi Badan Antidoping Dunia (WADA).

Seperti diberitakan sebelumnya, WADA menyatakan Indonesia tidak patuh dalam penegakan standar antidoping sehingga terancam sanksi. Dengan sanksi itu, Indonesia disebut tidak memenuhi syarat untuk menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat regional, kontinental, atau internasional, selama masa penangguhan.

Larangan itu pun membuat kejuaraan internasional yang sudah kadung diterima Indonesia menjadi tanda tanya nasib kelanjutannya. Di antaranya WSBK yang akan bergulir di Sirkuit Mandalika, 19-21 November, lalu tiga turnamen bulutangkis yang rencananya digelar di Bali, yaitu Indonesia Masters (16-21 November), Indonesia Open (23-28 November), dan BWF World Tour Finals 2021 (1-5 Desember).

"Masalah itu (larangan kejuaraan) muncul kalau kita di-banned. Ini kan belum, masih diminta klarifikasi," kata Amali dalam jumpa pers virtual pada Jumat (8/10/2021).

"Jadi tolong jangan dibayangkan sudah di-banned, tidak bisa menyelenggarakan kejuaraan dan mengirim atlet dan sebagainya. Ini kan dituduhkan ke kita karena tidak patuh," ujarnya.

Politikus asal Golkar itu semakin yakin karena WADA memberikan batas waktu 21 hari kepada Indonesia untuk memberikan penjelasannya. WADA mengirimkan surat kepada Indonesia pada 15 September 2020.

"Makanya, kami sudah meluncurkan surat pada siang ini waktu Jakarta sebagai tanda respons tentang apa yang disampaikan WADA. Dan ini bukan soal yang serius-serius amat tapi soal tes doping plan," ujarnya.

"Saya berharap dengan klarifikasi dan respons cepat kepada WADA hari ini akan clear semua. Saya optimistis ini urusan komunikasi saja. Kalau kita jelaskan pasti mereka paham tentang target-target yang ingin tercapai tapi tidak bisa," imbuh Menpora.

(mcy/krs)