Halomoan Raih Emas, Pecahkan 2 Rekor, Bayar Tuntas Rindu yang Menggebu-gebu

Femi Diah - Sport
Senin, 11 Okt 2021 06:39 WIB
Pelari putra Jawa Barat Halomoan Edwin Simanjuntak berselebrasi usai menang pada final nomor Lari 400 meter Gawang Putra PON Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (10/10/2021). Halomoan berhasil meraih medali emas pada nomor tersebut, sementara pelari Sumatera Utara M. Khairuddin meraih medali perak dan pelari Nusa Tenggara Barat Andrian meraih medali perunggu. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/YU
Halomoan Simanjuntak meraih emas dan memecahkan rekor PON sekaligus rekor nasional lari gawang 400 meter putra. (Foto: ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
Mimika -

Atlet Jawa Barat Halomoan Edwin Binsar Simanjuntak meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor PON dan rekor nasional dari nomor lari gawang 400 meter di PON XX/2021 Papua. Sebagai bayaran tuntas akan kerinduan naik podium.

Dalam perlombaan di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Minggu (10/10/2021), Halomoan finis terdepan dengan catatan waktu 51,33 detik. Selain menyabet emas, dia juga sukses memecahkan dua rekor dalam perlombaan itu.

Halomoan memecahkan rekor PON nomor 400 meter gawang putra milik atlet Nusa Tenggara Barat (NTB) Andrian dengan catatan waktu 51,83 detik yang ditorehkan pada PON Jawa Barat 2016. Dia juga memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri saat tampil di SEA Games 2019 Manila.

Medali perak diraih atlet Sumatera Utara M. Khairuddin Syahputra dengan waktu 51,75 detik. Khairuddin juga melampaui rekor PON yang dipegang Andrian.

Pemilik rekor PON 2016, Adrian, harus puas dengan medali perak kendati mampu mempertajam waktunya. Andrian mencapai garis finis dengan waktu 51,77 detik.

"Tadi lumayan senang bisa mendapat medali emas, bisa pecahkan rekor PON juga. Cuma untuk di personal best belum puas sama hasilnya. Masih banyak lagi yang harus diperbaiki," kata Halomoan.

"Saya berlatih di pelatnas terus, latihan terus pagi dan sore, jalan terus latihan meskipun pandemi," dia menambahkan.

"Buat mengukur kemajuan latihan bikin tes. Di pelatnas enggak ada sparring partner makanya bosan sekali. Saya rindu naik podium, dikalungi medali. Dan itu terbayar di PON sebagai kejuaraan pertama sejak pandemi," atlet 20 tahun itu menjelaskan.

Halomoan sempat yakin bisa membukukan waktu lebih sip di perlombaan itu. Tetapi, kondisinya malah tidak sip. "Tadi kurang maksimal tampilnya karena cuaca lembab dan anginnya sedikit. Itu membuat napas menjadi cepat terengah-engah," kata atlet yang mengaku masih jomblo itu.



Simak Video "Berkah PON XX, Potensi Pariwisata Papua Kini Mulai Terpetakan"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/rin)