Menpora Pernah Dipuji Presiden WADA, Pertanda Baik untuk Indonesia?

Mohammad Resha Pratama - Sport
Kamis, 21 Okt 2021 22:45 WIB
Kemenpora
Menpora Zainudin Amali punya hubungan baik dengan Presiden WADA (Dok. Kemenpora)
Jakarta -

Indonesia boleh jadi berpeluang dianulir hukumannya oleh WADA. Sebab, Menpora Zainudin Amali disebut berhubungan baik dengan Presiden WADA Witold Banka.

Hal ini diceritakan oleh Ketua Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) 2016-2020, dr Zaini Khadafi, dalam acara Mata Najwa Trans 7, Rabu (20/10) malam WIB. Khadafi diundang dalam kapasitasnya sebagai mantan pimpinan LADI lembaga yang lagi ramai diperbincangkan karena sanksi WADA terhadap Indonesia.

Karena sanksi itu pula, Indonesia tidak bisa mengibarkan bendera merah-putih saat jadi juara Piala Thomas 2020. Tak cuma itu, Indonesia juga dilarang memakai nama negara dalam event olahraga internasional dan kehilangan hak tuan rumah selama setahun ke depan.

Menurut Khadafi, WADA dalam hal ini presidennya Witold Banka sebenarnya punya hubungan harmonis dengan Amali. Bahkan Banka sempat memuji kinerja Kemenpora dan LADI dalam hal kepatuhan tes doping sepanjang 2020.

Itu terjadi saat rapat secara teleconference antara WADA dari markasnya di Montreal, Kanada, dengan Menpora dan LADI dari Ruang Rapat Lantai 10 Graha Pemuda Senayan, 6 Oktober 2020.

"Sebetulnya pas di bulan ini tepat setahun yang lalu itu teleconference dengan President WADA Mr Witold Banka dan waktu itu karena saya masih jadi Ketua mendampingi. Pada saat teleconference itu Mr Banka sangat bangga dengan Indonesia," ucap dr Zaini.

"Beliau (President WADA Mr Banka) memberikan apresiasi kepada pemerintah khususnya Pak Menteri karena mendukung LADI selama kepengurusan kita empat tahun, sehingga selama empat tahun itu kita complience, semua persyaratan terpenuhi, itu terjadi bulan Oktober 2020," tegasnya.

Apalagi dalam perbincangan itu, Indonesia sempat mengutarakan kepada WADA terkait rencana pendirian Lab Anti-Doping sehingga mempermudah penanganan dan proses pelaporan ke WADA.

"Jadi waktu itu saking bahagianya President WADA omongannya mengalir ya, sampai ketika Pak Menteri waktu itu menyinggung pendirian lab di Indonesia dan President Banka sangat mendukung."

Terkait sengkarut tes doping saat ini yang tengah membeli Indonesia, Zaini sebenarnya sudah menuntaskan tugas yang diberikan WADA kepada LADI tentang peraturan anti-doping 2021. Bahkan LADI sudah menyerahkan kepada WADA untuk mendapat persetujuan.

"Di akhir tugas saya itu sebenarnya ada satu tugas yang harus diselesaikan yaitu peraturan anti-doping 2021 dan Alhamdulillah itu sudah kita selesaikan dan telah diserahkan ke WADA untuk di-approved," tutupnya.

(mrp/rin)