Urus Masalah Sanksi, Raja Sapta Okto Diplomasi ke Petinggi WADA

Muhammad Robbani - Sport
Senin, 25 Okt 2021 19:15 WIB
Ketua KOI Raja Sapta Oktohari.
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (dok KOI)
Jakarta -

Diplomasi sudah dilakukan Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari dalam misi akselerasi pembebasan sanksi terhadap Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI).

Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari, baru saja bertemu langsung dengan Presiden World Anti-Doping Agency (WADA) alias Badan Anti-Doping Dunia, Witold Banka dan Sekjen Olivier Niggli di General Assembly Asosiasi Komite Olimpiade Nasional (ANOC) di Crete, Yunani, Minggu (24/10/2021), waktu setempat.

Dalam kesempatan itu, Okto menjelaskan NOC Indonesia bersama pemerintah memiliki concern penuh agar LADI bisa segera terbebas dari sanksi WADA. Mereka pun membuka diri untuk membantu Indonesia menyelesaikan pending matters guna mempercepat penangguhan sanksi.

"Selama ini ada kesulitan berkomunikasi dengan WADA karena masih melalui email. Sekarang kami telah memiliki direct line ke semua key person WADA dan dari pertemuan tersebut mereka sangat terbuka dan berkomitmen untuk membantu masalah ini," kata Okto dalam rilis NOC Indonesia.

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari dan KE Rafiq Radinal bersama President WADA Witold Bańka dalam ANOC General Assembly 2021Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari dan KE Rafiq Radinal bersama President WADA Witold Bańka dalam ANOC General Assembly 2021 (NOC Indonesia)

Dijelaskan Okto, ketidaklancaran komunikasi tersebut cukup berdampak signifikan. Sebab, komunikasi cepat dua arah tidak bisa terjadi.

"Contoh, alamat email yang dikirimkan kepada kami juga salah. Kami sendiri tidak tahu itu email siapa dan dengan bertemu langsung, saya bisa meluruskan informasi-informasi yang salah. WADA kini sudah tahu dan Mr Niggli sudah sangat terbuka karena beliau memberikan nomor pribadi ke saya untuk mempercepat komunikasi," ujar Okto.

Lanjut Okto, NOC Indonesia melalui Satgas Pembebasan Sanksi WADA akan terus mendorong LADI untuk segera menyelesaikan 24 pending matters sebagai syarat pembebasan sanksi WADA. Sebagaimana diketahui, WADA menjatuhkan sanksi kepada LADI setelah dinilai tidak patuh menaati aturan dan program anti-doping yang efektif pada 7 Oktober 2021.

Sanksi tersebut berdampak kepada hak-hak Indonesia dalam berbagai event olahraga internasional. Di antaranya tidak diizinkannya bendera negara berkibar di event regional, kontinental hingga kejuaraan dunia atau event yang dimiliki organisasi major event, terkecuali di Olimpiade dan Paralimpiade hingga tidak diperbolehkannya Indonesia menjadi tuan rumah event olahraga internasional selama satu tahun ke depan.

"Saya mengatakan kepada WADA, kami tidak punya waktu selama satu tahun karena NOC Indonesia berencana membawa banyak event olahraga internasional ke Tanah Air. Tapi, mereka mengatakan semua sanksi bisa segera ditangguhkan selama LADI mampu menyelesaikan pending matters. Hal ini yang sedang dikebut untuk dirampungkan secepat mungkin. Bola sudah ada di kita saat ini dan LADI harus bergerak cepat," ucap Okto.

Adapun Okto berangkat ke Yunani juga dalam rangka ANOC General Assembly ke-25. Kesempatan tersebut sekaligus dimanfaatkan NOC untuk membahas pembebasan sanksi WADA terhadap LADI.

(aff/rin)