Tak Lagi Apes di Misano, Pebalap Pertamina Mandalika Bersyukur

Mohammad Resha Pratama - Sport
Senin, 25 Okt 2021 23:25 WIB
Pebalap Mandalika Racing Team Bo Bendsnyder finis ke-12 di Moto2 Emilia Romagna, Minggu (24/10/2021)
Pebalap Pertamina Mandalika Racing Team Bo Bendsnyder (Dok.Pertamina Mandalika Racing Team)
Misano Adriatico -

Pebalap Pertamina Mandalika SAG Team Bo Bendsneyder meraih poin di Moto2 Emilia Romagna. Dia bersyukur tak mengulangi hasil buruk di Misano.

Pada balapan Moto2 Emilia Romagna di Sirkuit Misano, hari Minggu (24/10/2021), Bendsneyder mampu finis posisi ke-12 dan berhak mendapatkan empat poin.

Sementara rekan setimnya Luthi finis dua posisi di bawahnya, alias ke-14, untuk meraih dua poin.

Memang keduanya gagal finis 10 besar, tapi pencapaian di balapan ini membuat Bendsneyder senang. Sebab pada balapan pertama musim ini di sirkuit yang sama, 19 September lalu, pebalap asal Belanda itu gagal mendapatkan poin.

Bendsnyeder cuma finis posisi ke-24 sementara Luthi mampu menyelesaikan balapan di posisi ke-12.

"Hal terpenting buat saya, kami telah membuat langkah besar jika membandingkan dengan balapan pertama kami di Misano. Kini saya kembali ke sini dan finis posisi 12, itu sudah membuat saya senang," ujar Bo Bendsneyder dalam rilis kepada detikSport.

Perjuangan Bendsneyder dan Luthi di balapan akhir pekan kemarin mendapat apresiasi dari Presiden Pertamina Mandalika, Rapsel Ali. Sebab hasil itu didapat dengan susah payah mengingat kondisi trek sudah berubah-ubah sejak sesi latihan bebas hari Jumat, (22/7).

"Kalau melihat rangkaian balapan Moto2 Emilia Romagna dari Jumat, kondisi trek terus berubah-ubah. Dari basah sampai akhirnya balapan kemarin pada trek kering," kata Rapsel Ali.

"Jadi karena situasi terus berganti, perjuangan Mas Bo (sapaan akrab Bo Bendsneyder) dan Tom sangat berat. Fakta keduanya bisa finis zona poin, tentu sudah baik," lanjutnya.

Bahkan Bensneyder nyaris mengalami crash ketika sesi latihan bebas. Dalam kondisi trek basah, ia melakukan aksi penyelamatan saat kondisinya nyaris highside.

"Soal highside memang Mas Bo menjadi salah satu pembalap yang sangat beruntung. Dia bisa diberi kemampuan untuk menghadapi situasi highside sehingga tidak terjatuh," papar Direktur Pertamina Mandalika Kemalsyah Nasution.

"Karena umumnya 90 persen pembalap dipastikan terjatuh saat highside. Jadi ini benar-benar luar biasa. Setelah kejadian saya langsung kontak Mas Bo dan tanya apakah ada rasa mengganggu di bagian forearm, bahu, lengan dan pergelangan tangan."

"Karena bagian itu sangat riskan dan ternyata Mas Bo bilang tidak merasakan apa-apa. Lalu saya infokan untuk gunakan semacam tigerbalm agar nyaman jika ada yang mengganggu."

(mrp/ran)