Demi DBON, Menpora Galakkan Turnamen Basket Usia Muda

Mohammad Resha Pratama - Sport
Selasa, 26 Okt 2021 01:00 WIB
Menpora Zainudin Amali-DBL Indonesia
DBL Indonesia disambut baik oleh Menpora Zainudin Amali (dok.DBL Indonesia)
Jakarta -

Basket merupakan salah satu bagian dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Oleh karenanya, turnamen basket di usia muda harus terus digalakkan.

Hal ini dikatakan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali ketika menutup kompetisi basket antarpelajar SMA, Honda Developmental Basketball League (DBL) 2021/2022 di GOR Cempaka Putih Sabtu (23/10) malam WIB lalu.

Turnamen usia muda seperti DBL ini sangat erat keitannya dengan DBON yang terus digalakkan pemerintah. Apalagi DBON sudah masuk Peraturan Presiden (Perpres) no.86.

Dengan demikian, turnamen seperti DBL dan lainnya harus terus dijaga keberlangsungannya agar bisa mencetak atlet berbakat. DBL memang sudah rajin meneluarkan calon pebasket top dan bahkan kerap mengajak para pemainnya berkompetisi di Amerika Serikat.

"Pembinaan usia muda seperti Honda DBL ini sangat terkait erat dengan DBON. Untuk itu DBON ini harus segera disosialisasikan ke pusat dan daerah," ucap Zainudin Amali dalam rilis kepada detikSport.

"Kami pemerintah memiliki kepentingan terlebih memiliki DBON. 14 cabor yang didorong untuk olahraga prestasi dan 3 cabor yang kita dorong untuk industri atau sport industry yaitu sepakbola, bola basket dan bola voli. Saya mendukung kompetisi ini (DBL). Sebab, di kompetisi itulah para atlet bisa dilihat kemampuan dari hasil latihannya," sambungnya.

"Itulah sebabnya, saya sangat memiliki kepentingan terhadap kompetisi di semua cabor harus berjalan. DBL ini diikuti para pelajar yang nantinya menjadi bibit atlet yang kita harapkan nanti bisa masuk ke klub-klub dan ujungnya mengisi tim nasional kita," jelas Amali.

Dalam kesempatan yang sama, Amali juga memuji DBL yang mampu menyelenggarakan kompetisi dengan protokol kesehatan ketat, seperti anjuran pemerinta. Itu pula yang disyaratkan kepada pengelola kompetisi lain seperti Liga 1 dan Liga 2 atau IBL jika ingin dihelat di tengah pandemi virus corona.

Dukungan penuh pemerintah itu disambut baik oleh CEO sekaligus Founder DBL Indonesia Azrul Ananda. Apalagi Amali dinilai berperan penting dalam memuluskan proses perizinan event olahraga seperti DBL.

"Terimakasih banyak, bapak Menpora punya peran penting dalam keberlangsungan Honda DBL tahun ini, jauh sebelum dimulainya Honda DBL, beliau sudah berbicara pada atlet pelajar untuk tetap bersiap jika sewaktu-waktu Honda DBL berlangsung seperti sekarang ini," cetus Azrul.

Setelah sukses Seri DKI Jakarta, DBL 2021/2022 akan berlanjut di Surabaya untuk Seri Jawa Timur pada 27-1 November. Lalu, berlanjut di Bandung untuk Seri Jawa Barat pada 6-18 November dan Seri Bali di Denpasar pada 17-25 November.

Kemudian ada juga Seri DI Yogyakarta pada 23 November-3 Desember.serta Seri DI Jogjakarta (23 November hingga 3 Desember). Total DBL tahun ini dipertandingkan di 22 provinsi mulai dari Aceh sampai Papua.

(mrp/ran)