Petarung MMA Hajar Mantan Pacar, Polisi Datang tapi Cuma Selfie

Kris Fathoni W - Sport
Kamis, 04 Nov 2021 08:42 WIB
Poster
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Seorang petarung MMA diklaim berulangkali menghajar perempuan yang pernah jadi mantan pacarnya. Polisi yang dipanggil malah cuma selfie dengan si petarung MMA.

Menurut informasi dari Ekaterina Gordon, aktivis selebritas Rusia yang juga seorang berprofesi sebagai pengacara, tindak kekerasan itu dilakukan oleh atlet combat sport Artur 'Acab' Kalinsky. Korban Kalinsky, kata Ekaterina, sampai membutuhkan pin di bagian lengannya menyusul tindak kekerasan yang dialaminya.

"Ini adalah mantan pacar petarung MMA kontroversial Arthur Kulinsky yang dijuluki Acab. Si petarung tak bisa memaafkan sang kekasih yang memutuskan dirinya, ia sampai mematahkan tangan mantan pacarnya itu dan kini ada pin di lengannya yang juga tidak bisa ditekuk," tulis Ekaterina di akun Instagram-nya yang punya sekitar 1 juta follower.

"Petugas polisi yang datang malah dengan gembira foto bersama si petarung. Sebuah kisah yang bisa terjadi di mana saja, di sebuah hari pada umumnya, dialami orang-orang biasa... Aku tahu dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja, tapi jangan sampai berperilaku seperti hewan."

Menurut laporan dari media Rusia lain, Super.ru, Kalinsky berulangkali memukuli mantan kekasihnya itu. Parahnya lagi, hal itu disebut ia lakukan untuk, "mengasah skill profesionalnya."

Hal itulah yang lantas membuat si perempuan tak tahan lagi dan memutuskan hubungan. Tapi Kalinsyky dilaporkan masih terus mencarinya dan kembali melakukan tindak kekerasan ketika berhasil menemuinya -- berujung pada dipanggilnya polisi yang lantas datang hanya untuk foto bersama si petarung MMA.

Sehubungan dengan itu, Ekaterina Gordon juga menyatakan sudah bekerja sama dengan Umar Kremlev selaku presiden International Boxing Association (AIBA) dalam memberikan bantuan hukum dalam kasus ini.

"Gordon dan Kremlev membuat @lawfederationru untuk melindungi atlet, (tapi) bukan preman seperti itu. Maka kami pun akan melindungi si perempuan dari si 'pengejar'. Kami ada untuk olahraga, demi pertarungan yang adil di ring, dan kami mengecam tindak kekerasan (seperti yang dilakukan Kalinsky)!" kata Ekaterina.

(krs/bay)