PP IJBA: Prestasi Jetski RI Mendunia, Parisiwata Bisa Terangkat

Mohammad Resha Pratama - Sport
Minggu, 07 Nov 2021 22:15 WIB
Syaiful Sutan Aswar dan dua anaknya Aero-Aqsa
Ketua PP IJBA sekaligus ayahanda Aero-Aqsa Syaiful Sutan Aswar (Resha Pratama/detikSport)
Jakarta -

Indonesia diakui jadi salah satu negara dengan prestasi oke di dunia jetski. Hal itu tentu bisa berdampak positif bagi pariwisata di Tanah Air.

Sejak Asian Games 2018, praktis olahraga jetski di Indonesia jadi lebih dikenal masyarakat luas. Ini tak lepas dari prestasi Aero Sutan Aswar dan adiknya Aqsa Sutan Aswar.

Aqsa bahkan berhasil meraih medali emas yang membuat namanya makin harum. Sementara Aero tetap mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional seperti saat jadi juara dunia jetski di 2016 dan 2019;

Ini semua tak lepas dari tangan dingin ayahnya Syaiful Sutan Aswar selaku Ketua PP IJBA (Indonesia Jetsport Boating Association) sekaligus pemilik Akademi Jetski Indonesia. Syaiful sudah menempa kedua anaknya itu sejak masih kecil untuk belajar jetski hingga menjadi atlet level dunia seperti sekarang.

Tak terhitung berapa banyak kejuaraan level dunia maupun Asia sudah dijalani oleh Aero dan Aqsa. Tapi, PP IJBA tak mungkin selamanya bertumpu pada keduanya karena harus ada regenerasi sejak dini.

Oleh karenanya, Syaiful sudah menyiapkan 19 atlet didiknya termasuk empat yang sudah diturunkan di berbagai kejuaraan dunia. Salah satunya adalah Wisnu Dwihutomo yang baru turun bareng Aqsa dan Aero di Kejuaraan Dunia Jetski 2021 di Arizona, Amerika Serikat bulan lalu.

Bagi Syaiful ini adalah bukti keseriusannya untuk memajukan olahraga jetski agar bisa mengharumkan nama Indonesia. Apalagi kini Akademi Jetski Indonesia sudah diberikan tempat oleh Pemerintah DKI Jakarta di venue jetski, Taman Impian Jaya Ancol yang sempat dipakai untuk Asian Games.

Syaiful Sutan Aswar dan dua anaknya Aero-AqsaSyaiful Sutan Aswar dan dua anaknya Aero-Aqsa saat acara syukuran di Akaademi Jetski Indonesia, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (7/11/2021) Foto: Resha Pratama/detikSport

"Akademi ini ke depannya untuk pendidikan, karena awalnya kita memang sudah menciptakan atlet-atlet ke depan levelnya juara dunia. Satu kita negara kelautan, kita mengeksplor Indonesia dan kita harus bikin kejuaraan-kejuaraan dunia di Indonesia. agar industri olahraga bisa maju dan pariwisatanya juga berkelanjutan," ujar pria yang akrab disapai Fuli itu dalam perbincangan dengan detikSport dan sejumlah media, Minggu (7/11/2021) malam WIB.

"Dari awal kita minta ke Pemerintah venue ini, sementara operasional semua dari kita. Kita komitmen dari awal bahwa apa yang kami minta, kami pelihara. Kita jangan minta-minta awal sama pemerintah, ngemis-ngemis ke pemerintah, itu bukan gaya kita," sambungnya.

"Nanti pas kejuaraan dunia, kami juga siapkan semuanya. Dari awal Asian Games sampai sekarang masih terawat. Saya tidak ingin mengecewakan pemerintah. Ya kita harap makin banyak anak-anak yang ikut akademi."

"Di Jetski Indonesia Academy ini memang khusus untuk mencetak atlet-atlet kelas dunia, bukan kelas lokal apalagi main-main. Jadi latihannya beda," papar anak salah satu tokoh militer di Indonesia Sutan Aswar tersebut.

Jetski nantinya tidak hanya jadi olahraga yang bisa menyumbangkan prestasi untuk negara, tapi juga devisa. Sebab Jetski bisa dijadikan alat promosi pariwisata Indonesia yang merupakan negara kelautan.

Dengan banyaknya klub Jetski di Indonesia saat ini, maka pariwisata air Indonesia bisa semakin maju.

"Indonesia itu kaya akan destinasi wisata olahraga untuk sport jetski. Pantainya banyak, dengan membuat klub jetski yang serius, mandiri, dan profesional, yang berafiliasi dengan PP IJBA, maka ini bisa berkembang jadi destinasi jetski. Kita harus memakai pendekatan sport tourism."

Sementara itu, Sekjen PP IJBA Rinaldi Duyo memastikan pihaknya akan terus menggembleng atlet jetski agar bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia. Dengan demikian, sport tourism bisa berjalan dan Indonesia bisa jadi pusat jetski dunia. Rencananya PP IJBA akan menurunkan atletnya pada beberapa kejuaraan di Thailand, Eropa, dan Amerika Serikat tahun depan.

"Kami ingin mencetak bibit-bibit baru yang bermental juara dunia seperti Aero dan Aqsa. Supaya nama Indonesia tetap diperbincangkan di kalangan internasional. Kita ingin Indonesia jadi pusat jetski dunia. Ada kejuaraan dunia di mana-mana kita ikuti," timpal Rinaldi Duyo.

(mrp/cas)