Absen di Kejuaraan Dunia, Eko Pilih Fokus Tiga Event Tahun Depan

Mercy Raya - Sport
Rabu, 10 Nov 2021 19:30 WIB
Eko Yuli Irawan, Mahasiswa UNJ
Eko Yuli Irawan bersiap untuk event tahun depan. (Foto: UNJ)
Jakarta -

Lifter senior Eko Yuli Irawan memutuskan tak ikut Kejuaraan Dunia Angkat Besi pada 7-17 Desember 2021. Ia memilih fokus ke tiga event tahun depan.

Tiga event yang dimaksud ialah SEA Games, Asian Games dan Kejuaraan Dunia 2022, yang merupakan kualifikasi Olimpiade Paris 2024. "Saya tidak ikut dulu karena ingin menikmati kebersamaan dengan keluarga," kata Eko kepada detikSport, Kamis (10/11/2021).

Setelah Olimpiade, peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 itu praktis tak memiliki waktu bersama keluarganya. Dia harus berjuang kembali di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua yang berakhir 15 Oktober lalu.

Saat itu, Eko yang membela Jawa Timur menyabet medali emas setelah membukukan angkatan total 313 kg di kelas 67 kg. Dia mengalahkan rekannya Triyatno dan Deni, masing-masing meraih medali perak dan perunggu.

Setelah itu, ia baru bisa menghabiskan waktunya secara penuh bersama keluarga.

"Tapi paling pertengahan bulan ini mulai latihan rutin lagi supaya awal tahun depan tidak mulai dari nol banget, Jadi ibaratnya sudah masuk 50 persen, nah sisanya tinggal dikejar supaya tidak kaget banget," ujarnya.

Eko punya alasan khusus di balik persiapannya tersebut. Multievent SEA Games 2021 yang akan digelar pertengahan Mei 2022 memungkinkan Pelatnas akan dimulai lebih awal.

"Karena kami juga tidak tahu apakah akan ada Seleknas (seleksi nasional) untuk SEA Games atau tidak, atau PON sendiri sudah bisa jadi acuan. Itu yang belum kami tahu," tuturnya.

Selain SEA Games, faktanya tahun depan juga akan ada Asian Games di Hangzhou, 10-25 September 2022. Soal itu, Eko mengatakan bakal ambil bagian di dua multiajang olahraga tersebut.

"Iya lah dikejar dua-duanya (SEA Games dan Asian Games). Di angkat besi kan tidak ada aturan usia dan lain-lain. Tapi siapa yang terbaik, dia yang berangkat. Jadi jangan ada alasan lagi, kasih kesempatan dong untuk yang junior dan remaja, justru harusnya dengan keikutsertaan kami (senior) memancing mereka untuk mengalahkan para senior," ujar peraih medali emas Asian Games 2018 ini.

"Buktinya Windy Cantika atau Rizki (Juniansyah) bisa bagus di kelasnya masing-masing, sudah ada tempat, toh dengan mereka menjadi junior pun ingin menang lawan senior," kata dia menambahkan.

Lihat juga Video: Jadi Korban Body Shamming, Ini Respons Atlet Angkat Besi Nurul Akmal

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/cas)