203 Sampel Tes Peparnas Tinggal Diuji di Qatar

Mercy Raya - Sport
Selasa, 16 Nov 2021 19:35 WIB
Peparnas 2021
203 sampel Peparnas 2021 sudah siap diuji di Qatar. (Foto: dok.NPC Indonesia)
Jakarta -

Sebanyak 203 sampel tes doping Peparnas 2021 telah tiba di Jakarta. Sampel-sampel tersebut tinggal diuji di labolatorium Qatar.

Wakil Ketua Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI), Rheza Maulana, mengatakan sampel itu dikirim langsung dari Papua usai mendapat supervisi dari Japan Anti Doping Agency (JADA).

"Peparnas alhamdullilah aman tanpa hambatan. Kami disupervisi JADA dan mereka apresiasi kinerja LADI yang sangat tepat waktu. Jadi sebelum Peparnas selesai, pada 12 November, sudah kami selesaikan sampelnya. Hari ini sampelnya sampai ke Jakarta dan akan di pick up ke Qatar," kata Rheza kepada detikSport, Selasa (16/11/2021).

Sampel Peparnas merupakan bagian dari pemenuhan target program LADI tahun 2021 kepada WADA menyusul sanksi yang diberikan kepada Indonesia. Totalnya ada 203 sampel dari 12 cabang olahraga. Selain Peparnas, LADI juga harus memenuhi 122 sampel di luar kompetisi (Out of Competition Testing) yang diambil secara random dan mendadak.

"Selanjutnya, kami akan fokus ke OOCT di Q3 dan Q4. Nah, kalau misalnya sudah selesai, kami tim percepatan akan merapat ke Montreal (markas WADA) untuk diskusi," ujarnya.

"Bulan ini mau langsung kami kejar November dan Desember. Kalau bisa langsung percepat dalam beberapa hari ke depan lokasi testingnya. Peparnas saja 203 sampel bisa kami kejar dalam waktu beberapa hari, nah ini tinggal 122 sampel diharapkan bisa cepat selesai," imbuhnya.

Rheza berharap percepatan ini akan memberi dampak positif bagi Indonesia termasuk pencabutan sanksi yang diberikan kepada Indonesia.

Sebelumnya, LADI dianggap lalai dalam menyelesaikan tugas yang diminta oleh WADA. Buntut dari hal itu, WADA menjatuhi hukuman yang salah satunya tidak boleh mengibarkan bendera Merah-Putih dalam perhelatan olahraga.

"Harapannya dalam waktu dekat ini kami menyelesaikan masalah teknis, testing Q3 dan Q4 kami selesaikan, lalu masalah administrasi seperti legalitas, organisasi, SDM (Sumber Daya Manusia) kami percepat juga, sehingga sebelum akhir tahun kita bisa merapat ke WADA melalui Ketua Tim Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA (Raja Sapta Oktohari) dan beberapa perwakilan kami. Dengan begitu, didapatkan kepastian tentang status kita," harapnya.



Simak Video "Merah Putih Tak Berkibar di Thomas Cup, Ladi Ngaku Dicap Pengkhianat Bangsa"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)