Puluhan Surfer Beradu Taklukkan Ombak di Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - Sport
Rabu, 17 Nov 2021 18:10 WIB
Persatuan Selancar Ombak Indonesia
DIY menggelar loma selancar Surfidiningrat. (Foto: detikcom/Pradito Rida Pertana)
Gunungkidul -

Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kompetisi surfing bertajuk 'Surfdiningrat' di Pantai Krakal, Kabupaten Gunungkidul. Kompetisi tersebut diikuti para surfer dari berbagai daerah di pulau Jawa.

Ketua Panitia Surfdiningrat, Dito Prakoso, menjelaskan bahwa Surfdiningrat ini merupakan event pertama PSOI di tengah pandemi COVID-19. Menurutnya, awal mula acara bukan di Pantai Krakal melainkan Pantai Ngandong.

"Rencananya kami di sini, di Ngandong ini terus juri rencana di atas sana (bukit). Karena di Ngandong punya ombak kiri terus Sundak punya ombak kanan jadi peserta bisa bebas memilih," ucapnya saat ditemui detikcom di Pantai Ngandong, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (17/11/2021).

"Terus kenapa pindah ke Krakal? Karena di sini (Ngandong), flat (ombaknya) sehingga tidak bisa buat ngapa-ngapain," lanjut Dito.

Selain itu, pemilihan Pantai Krakal sebagai lokasi Surfdiningrat karena ombak terbilang representatif untuk surfing meski tidak terlalu besar. Selain itu, ombak di Pantai Krakal lebih safety untuk kelas under 16 atau di bawah 16 tahun.

"Karena di Krakal untuk ombak rendah masih ada meski tidak terlalu besar. Selain itu lebih ke safety juga untuk kelas di bawah umur," ucapnya.

Terkait kelas yang dilombakan, Dito menjelaskan ada dua kelas yakni open division U-16 baik lokal dan nasional. Menurutnya, para peserta berasal dari berbagai daerah di pulau Jawa.

"Ini kurang lebih untuk kelas open lokal sekitar 22 peserta, kelas open umum ada 14 peserta, under 16 ada yang lokal 8 peserta dan umum 7 peserta. Belum lagi kelas sepuh-sepuh (senior) atau old dog ada 32 peserta," katanya.

"Kalau dari mana saja, yang lokal dari DIY, terus yang luar kota dari Pacitan, Menganti Kebumen dan ada juga dari Jember, Jawa Timur," imbuh Dito.

Dia menambahkan, bahwa dengan kompetisi ini bisa lebih mengenalkan olahraga surfing kepada masyarakat dan melahirkan bibit-bibit surfer di masa depan. Selain itu, kata Dito, juga untuk menarik wisatawan ke DIY pasca pandemi COVID-19.

(cas/krs)