ONE Championship: Fairtex dan Phogat Tak Sabar Beradu di Final Grand Prix

Mohammad Resha Pratama - Sport
Rabu, 17 Nov 2021 22:22 WIB
Stamp Fairtex vs Ritu Phogat di final Grand Prix ONE Championship
Stamp Fairtex (kiri) siap baku hantam dengan Ritu Phogat (ONE Championship)
Singapura -

Stamp Fairtex tak sabar menantikan duel kontra Ritu Phogat di final Grand Prix ONE Championship. Fairtex bakal menyajikan pertarungan yang seru.

Final divisi Atomweight jadi salah satu pertarungan di ONE: WINTER WARRIORS yang dihelat di Singapore Indoor Stadium, Jumat (3/12/2021). Fairtex dan Phogat adalah dua petarung wanita yang tersisa dari delapan di babak perempatfinal.

Sudah pasti pertarungan nanti akan berjalan sengit mengingat Fairtex dan Phogat pasti akan tampil mati-matian demi gelar juara. Hal itu diamini oleh Phogat.

"Saya merasa sangat luar biasa saat sekarang dan semakin dekat dengan tujuan saya," kata Phogat saat diwawancara ONE Championship.

Stamp Fairtex vs Ritu Phogat di final Grand Prix ONE ChampionshipRitu Phogat (kiri) akan tampil di final Grand Prix ONE Championship Foto: ONE Championship

"Tentunya sangat menantang sekali buat saya dilaga melawan Stamp tapi saya sudah siap. Saya sudah memiliki rencana yang matang menghadapi Stamp dan saya akan buktikan kepada seluruh orang kalau saya layak masuk ke final dan yang terbaik di kelas atomweight. Saya akan lakukan apa saja untuk menaklukkan Stamp Fairtex," sambungnya dalam rilis kepada detikSport.

Sebagai pegulat terbaik di kelasnya, Ritu Phogat sangat percaya diri untuk mengalahkan Fairtex yang merupakan petarung striker paling bahaya di kelasnya. Dia berkelakar bahwa Stamp Fairtex takut kepadanya.

"Saya pikir Stamp itu pasti ketakutan sama saya karena dia sudah melihat bagaimana keahlian gulat saya di dalam circle. Dia tidak bisa lagi meremehkan saya. Tidak ada yang bisa coba-coba lagi meremehkan saya karena apa yang telah mereka lihat pada saya hingga bisa mencapai sekarang. Saya bahkan lebih berbahaya lagi sekarang dan saya akan mengeluarkan semua kemampuan saya pada laga-laga saya berikutnya," paparnya.

Sementara itu Fairtex memilih untuk tenang menjelang laga tersebut dan tak mau meladeni psywar Phogat. Dia sangat paham kesulitannya dan tidak menganggap remeh Phogat sama sekali.

"Setelah melihat laganya, Ritu merupakan lawan yang hebat. Saya akan melakukan yang terbaik dan mempersiapkan segalanya dengan lebih matang lagi untuk melawan dia karena Ritu sangat bagus di permainan bawah dan gulat. Saya harus lebih lagi selain hanya siap untuk melawan dia," kata Stamp.

"Saya pikir saya akan bertarung dengan menjaga jarak melawan dia, saya akan meluncurkan pukulan-pukulan mematikan dengan sekali-sekali melontarkan tendangan dengan lutut dan kaki, dengan begitu saya akan memiliki kesempatan untuk menang melawan dia," lanjut Stamp.

"Saya pasti akan berlatih lebih keras lagi di sisa waktu sebelum laga final nanti terutama di sisi menjatuhkan lawan dan rencana permainannya (game plan). Dilaga nanti saya harus memiliki game plan yang lebih baik dari dia supaya saya bisa mengalahkannya."

Pemenang dari pertarungan final ini akan menghadapi juara bertahan kelas atomweight asal Singapura, yaitu Angela Lee untuk merebut sabuk juara dunia tahun depan.

(mrp/rin)