Agenda Tahun Depan Padat, Maria Londa Fokus SEA Games Dulu

Mercy Raya - Sport
Selasa, 23 Nov 2021 21:10 WIB
Maria Natalia Londa memiliki tugas besar di Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang. Atlet lompat jauh itu diminta mempertahankan medali emasnya.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Atlet lompat jauh Maria Natalia Londa mempersiapkan diri jelang SEA Games dan Asian Games 2022. Ia menilai keduanya sama-sama penting.

Dunia olahraga akan kembali disibukkan dengan jadwal kejuaraan internasional mulai tahun depan. Khusus Indonesia, Merah Putih bahkan memiliki empat agenda multievent internasional yang sudah terjadwal.

Empat kejuaraan internasional itu meliputi SEA Games Hanoi mulai pertengahan Mei, Islamic Solidarity Games Konya pada 9-18 Agustus, Asian Games Hangzhou pada 10-25 September, kemudian Asian Youth Games Shantou yang digelar 20-28 Desember.

Sebelumnya, Asian Indoor & Martial Art Games (AIMAG) di Bangkok sempat akan dilangsungkan tahun depan, namun diputuskan ditunda hingga 2023 karena pandemi COVID-19.

Bagi Maria, dua multievent SEA Games dan Asian Games punya prioritas yang sama. Tetapi, olimpian ini memilih fokus satu demi satu menghadapi multiajang olahraga beda level tersebut

"Bagi saya pribadi saat ini fokus SEA Games dulu karena jika di ajang itu hasilnya baik, jelas akan lebih percaya diri menghadapi Asian Games," kata Maria kepada detikSport, Selasa (23/11/2021).

Lagipula, sebut peraih medali emas SEA Games 2013, 2015, dan 2019 ini, meskipun padat masih ada waktu dirinya untuk persiapan selama beberapa bulan.

Dilatih Suami

Maria sendiri saat ini terus menjalani latihan di Stadion Madya, Senayan, sejak April lalu. Ia mendapat pelatihan langsung dari sang suami, I Made Sukariata.

Ia pindah ke Jakarta karena Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) sudah tidak memperbolehkan atlet Pelatnas berlatih di daerah lagi.

Sementara I Ketut Pageh, yang selama ini memolesnya hingga menjadi ratu lompat jauh terbaik di Asia, tidak bisa ikut mendampinginya ke Jakarta.

"Jadi semua dari suami (program latihan). Dilatih suami lebih ketat karena tanggung jawab. Bagaimana pun juga ada hal yang harus dicapai dan dipertanggungjawabkan jika sudah di dalam Pelatnas," ujar Maria menyoal plus minus dilatih suami.

"Komunikasi juga lebih intens, hanya (memang) harus profesional saat latihan. Jadi harus mengetahui posisi saat menjadi istri atau menjadi atlet," ucapnya.

(mcy/krs)