Kelas Olimpiade Diubah, PABSI Tunggu Keputusan Resmi IWF

Mercy Raya - Sport
Kamis, 25 Nov 2021 08:15 WIB
TOKYO, JAPAN - AUGUST 02: Nurul Akmal of Team Indonesia competes during the Weightlifting - Womens 87kg+ Group A on day ten of the Tokyo 2020 Olympic Games at Tokyo International Forum on August 02, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Chris Graythen/Getty Images)
Angkat besi akan ada perubahan kelas di Olimpiade 2024. (Foto: Getty Images/Chris Graythen)
Jakarta -

Angkat besi di Olimpiade Paris 2024 dikabarkan mengalami perubahan kelas. PB PABSI tunggu keputusan resmi.

Wacana perubahan kelas di Olimpiade sejatinya sudah muncul sejak International Olympic Committee (IOC) memotong kuota jumlah atlet menjadi 120 untuk Olimpiade Paris 2024, dari sebelumnya 260 atlet di Rio de Janeiro dan 196 atlet di Tokyo.

Sampai akhirnya, International Weightlifting Federation meresponsnya dengan merumuskan rencana yang menampilkan delapan kategori kelas berat untuk pria dan wanita, bukan 10 kelas seperti sebelumnya untuk kompetisi senior.

Adapun lima dari delapan untuk kedua jenis kelamin diusulkan sebagai kategori berat Olimpiade. "Kami sangat merekomendasikan proposisi dan kami berharap Anda semua akan menyetujuinya," kata Sam Coffa, yang juga ketua Komite Teknis IWF, mengutip insidethegame.biz.

Adapun kelas Olimpiade baru yang diusulkan di angkat besi ialah kelas 58 kilogram, 72kg, 92kg, 109kg dan +109kg untuk kategori pria. Sementara kategori putri yakni 50kg, 58kg, 71kg, 85kg, dan +85kg. Tiga kategori lainnya adalah 65kg, 82kg dan 101kg untuk pria dan 54kg, 65kg dan 79kg untuk wanita.

Kepala bidang Pembinaan Prestasi PB PABSI Hari Wihardja membenarkan perihal kabar tersebut. Ia bahkan telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi jika perubahan kelas tersebut benar diterapkan

Bagaimana pun, perubahan kelas cukup memengaruhi perolehan medali Indonesia di kancah internasional. Selama ini kelas-kelas ringan didominasi oleh Indonesia dan negara Asia lainnya.

"Saya dengar memang begitu. Jadi di single event seperti Kejuaraan Dunia hanya mempertandingkan delapan kelas, kemudian Olimpiade 5 kelas. Tapi masih dilihat kelasnya apa saja. Cuma kami masih mencoba lah untuk tetap masuk (bersaing di kelas-kelas yang nanti ditetapkan seperti apa)," kata Hadi kepada detikSport, Rabu (24/11/2021).

"Misalnya di kelas putri, saya dengar kelas 49 kg ditiadakan diganti kelas 50 kg. Ya berarti tinggal Windy Cantika Aisah kita naikkan (berat badannya) satu kg. Begitu pun dengan kelas lainnya," imbuhnya.

Hadi lebih jauh menegaskan, jika terpaksa harus 10 kelas (5 kelas Olimpiade putra dan putri), Indonesia masih punya kans di enam kelas. "Jadi masih enam atlet yang bisa kami dorong."

Menurut Hadi, IWF akan mengambil keputusan terkait kelas angkat besi pada kongres 21 Desember mendatang di Uzbekistan. "Mudah-mudahan mereka sudah memutuskan dan kami bisa segera menyiapkan atletnya untuk kelas baru," ujar Hadi.



Simak Video "Jadi Korban Body Shamming, Ini Respons Atlet Angkat Besi Nurul Akmal"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)