NPC Indonesia Kantongi Surat Dukungan Pemerintah

Mercy Raya - Sport
Minggu, 28 Nov 2021 12:30 WIB
Indonesias Hary Susanto, left, and Leani Ratri Oktila salute to the flag during the national anthem after receiving a gold medal for mixed doubles SL3-SU5 gold medal match at the Tokyo 2020 Paralympic Games, Sunday, Sept. 5, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Kiichiro Sato)
NPC Indonesia kantongi restu pemerintah mengajukan diri menjadi tuan rumah ASEAN Paragames. (Foto: AP/Kiichiro Sato)
Jakarta -

NPC Indonesia terus menunjukkan keseriusannya mencalonkan diri sebagai tuan rumah ASEAN Paragames. Mereka sudah kantongi surat dukungan resmi dari Pemerintah.

Surat yang ditandatangani Menpora Zainudin Amali itu diterima NPC Indonesia pada 24 November lalu. Kemudian dikirimkan langsung ke ASEAN Para Sport Federation (APSF) pada keesokan harinya.

Rencananya, surat tersebut akan dibahas pada saat Indonesia paparan dalam rapat bersama para anggota dan APSF, Senin (29/11/2021), pukul 14.00 siang secara virtual.

"Surat dukungannya sudah ada, jadi nanti kami tinggal persentasikan kepada mereka (anggota dan APSF) tentang kesiapan menjadi tuan rumah pengganti ASEAN Paragames," kata Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Rima Ferdianto kepada detikSport, Minggu (28/11/2021).

Hanya memang, sebut Rima, penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah pengganti tak secara otomatis dilakukan pada rapat tersebut. Melainkan, menunggu sanksi WADA (Badan Anti Doping Dunia) kepada Indonesia resmi dicabut.

"Iya enggak bisa. Kami sudah konsultalsi dengan LADI, lalu SEARADO (Southeast Asia Regional Anti-Doping Organization) kalau secara resminya harus dicabut dulu. Tapi kami akan menawarkan ke APSF, meski belum dicabut sanksinya, Indonesia siap melakukan persiapan," ujarnya.

"Jadi kami akan koordinasi dengan Pemda dan provinsi untuk segera menyusun persiapan jika mereka setuju," imbuhnya.

Sehubungan itu, jika sanksi Indonesia tak kunjung dicabut maka peluang Indonesia menjadi calon tuan rumah ASEAN Paragames kian menipis. Terlebih, jika ada negara lain yang menunjukkan keseriusan yang sama pada rapat esok hari.

"Tapi sampai Sabtu kemarin yang serius sampai ada surat dukungan itu hanya kita. Malaysia dan Thailand di medianya negara-negara masing-masing menyatakan siap, tapi bukti surat dukungan seperti kita belum ada," kata Rima.

"Jika tidak ada kandidat lain, mungkin mereka kasih deadline ke Indonesia. Khawatirnya kalau ada negara lain yang ikut pemaparan, karena untuk menentukan siapa yang menjadi host maka seluruh negara akan voting. Jika misalnya ada negara lain siap dan tidak disanksi WADA, mungkin pilihannya lebih ke itu (negara yang siap)," dia menambahkan.

Rima pun berharap ada hasil positif yang didapatkan pada rapat besok dengan APSF dan anggota. "Harapannya memang jika kami kandidat satu-satunya menjadi tuan rumah alternatif. Pilihannya ada dua, pertama melupakan ASEAN Paragames ini dan menunggu 2023 Kamboja, atau menunggu Indonesia (sanksinya dicabut). Jadi posisi mereka juga wait and see, sementara ini menyetujui Indonesia menjadi satu-satunya kandidat, atau meresmikan penunjukkan Indonesia ya setelah sanksi dicabut," kata Rima.



Simak Video "Timnas Indonesia Putri Ibarat Bayi yang Baru Lahir"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)