Indonesia Jadi Tuan Rumah ASEAN Paragames? Tunggu 14 Januari 2022

Mercy Raya - Sport
Selasa, 30 Nov 2021 15:10 WIB
Wakil Sekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto (tengah)
Wakil Sekjen NPC Indonesia Rima Ferdianto (tengah). Foto: dok. NPC Indonesia
Jakarta -

Kepastian apakah Indonesia bakal menjadi tuan rumah untuk menggelar ASEAN Paragames akan diputuskan pada 14 Januari 2022.

Hal itu merupakan keputusan rapat bersama ASEAN Para Sport Federation (APSF) dan anggota, pada Senin (29/11/2021).Dalam rapat tersebut, enam anggota negara menyetujui untuk mencari pengganti Vietnam sebagai tuan rumah ASEAN Paragames 2022, yakni Indonesia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Sedangkan tiga peserta lainnya yaitu Malaysia, Kamboja, Brunei Darussalam, menyatakan tidak setuju, dan satu negara lainnya, Laos, absen.

Selain menyetujui adanya pengganti, disepakati Indonesia menjadi satu-satunya kandidat tuan rumah. Sebab, hanya Indonesia yang melakukan pemaparan dan mampu memberikan bukti resmi surat dukungan dari pemerintah.

Namun, karena status Indonesia yang masih dalam masa sanksi WADA (Badan Antidoping Dunia), APSF memberikan waktu hingga 14 Januari 2022 untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Kalau sampai tanggal tersebut, misalnya sanksinya belum dicabut, ya tidak akan ada ASEAN Paragames di tahun depan," kata Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto kepada detikSport, Selasa (30/11/2021).

Rima mengatakan NPC Indonesia sudah memberikan laporan secara lisan terkait keputusan rapat tersebut kepada Menpora Zainudin Amali, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA Raja Sapta Oktohari, dan Wakil Ketua Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) Rheza Maulana. Sejauh ini, mereka memberikan respons positif. Seiring itu, persiapan akan terus dilakukan minimal melakukan konsultasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka.

"Minimal persiapan jangka pendek itu dulu, persiapan mencari venue dan akomodasi hotel yang ramah disabilitas. Jika sudah resmi bentuk steering committee, organizing committee, lalu mengundang technical delegated dari luar negeri,. Setelah itu, seperti biasa entry by name dan entry by number," ujarnya.

(mcy/krs)