Kontroversi Colok Mata dalam Duel Petarung Wanita UFC

Kris Fathoni W - Sport
Senin, 13 Des 2021 12:12 WIB
LAS VEGAS, NEVADA - DECEMBER 11: Priscila Cachoeira (R) of Brazil kicks Gillian Robertson in their womens flyweight fight during the UFC 269 event at T-Mobile Arena on December 11, 2021 in Las Vegas, Nevada.   Carmen Mandato/Getty Images/AFP (Photo by Carmen Mandato / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Duel Gillian Robertson vs Priscila Cachoeira. (Foto: Getty Images via AFP/CARMEN MANDATO)
Jakarta -

Salah satu partai UFC 269 di akhir pekan menghadirkan Priscila Cachoeira vs Gillian Robertson. Ada kontroversi colok mata saat keduanya berduel.

UFC 269 yang berlangsung di Las Vegas salah satunya menghadapkan Cachoeira dengan Robertson. Di dalam pertarungan itu, Gillian Robertson berjaya lewat submission di ronde pertama tepat sebelum pertarungan masuk menit kelima.

Hasil itu di T-Mobile Arena tersebut membuat Gillian Robertson kini telah menorehkan rekor tarung 10-6 di ajang MMA, termasuk 7-4 saat tampil di arena UFC.

Petarung 26 tahun asal Kanada itu sekaligus membuat rekor baru. Robertson kini menjadi petarung wanita UFC pertama dalam sejarah kelas terbang dengan submission paling banyak di ronde pertama, melampaui Valentina Shevchenko.




Kemenangan Gillian Robertson itu sendiri diraih lewat teknik kuncian leher terhadap Cachoeira. Di sinilah kemudian hadir kontroversi.

Pada saat menghadapi kuncian tersebut, Cachoeira yang meronta dalam usaha melepaskan diri terlihat mengarahkan jempol tangan kanannya ke arah mata Robertson!




Namun, Robertson berhasil mengatasi usaha Cachoeira mencolok matanya itu dan terus melakukan kunciannya. Tak lama berselang, Cachoeira pun melakukan tap tanda menyerah.

Usaha colok mata dari Cachoeira ini tak ayal mendapatkan sorotan dari penggemar UFC. Ditambah dengan kontroversi sebelumnya saat timbang badan, bahkan ada yang minta agar Cachoeira dilepas saja oleh UFC.

Priscila Cachoeira vs Gillian RobertsonNetizen bergunjing soal usaha Priscila Cachoeira colok mata Gillian Robertson. Foto: dok. Twitter
(krs/aff)