Eko Yuli Tunggu IWF Soal Kelas Olimpiade 2024

Mercy Raya - Sport
Rabu, 15 Des 2021 19:25 WIB
Li Fabin of China , gold medal, right, celebrates on the podium with silver medal Eco Yuli Irawan of Indonesia in the mens 61kg weightlifting event, at the 2020 Summer Olympics, Sunday, July 25, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Luca Bruno)
Eko Yuli Irawan menanti kelas di Olimpiade Paris 2024. (Foto: AP/Luca Bruno)
Jakarta -

Rencana lifter Eko Yuli Irawan tampil di Olimpiade Paris 2024 menjadi tanda tanya. Itu setelah ada wacana kelas-kelas Olimpiade diubah.

Kabar perubahan kelas itu muncul sejak International Olympic Committee (IOC) memotong kuota jumlah atlet menjadi 120 untuk Olimpiade Paris 2024, dari sebelumnya 260 atlet di Rio de Janeiro dan 196 atlet di Tokyo.

Sampai akhirnya, International Weightlifting Federation meresponsnya dengan merumuskan rencana yang menampilkan delapan kategori kelas berat untuk pria dan wanita, bukan 10 kelas seperti sebelumnya untuk kompetisi senior.

Adapun lima dari delapan untuk kedua jenis kelamin diusulkan sebagai kategori berat Olimpiade. Untuk kategori putra antara lain 58 kg, 72 kg, 92 kg, 109 kg, dan +109 kg. Sedangkan kelas putri teridir dari 50 kg, 58 kg, 71 kg, 85 kg, dan +85 kg. Tiga kategori lainnya adalah 65kg, 82kg dan 101kg untuk pria dan 54kg, 65kg dan 79kg untuk wanita.

Situasi ini pun membuat Eko hanya bisa menunggu keputusan resmi dari federasi. IWF sendiri baru akan mengambil keputusan terkait perubahan kelas itu pada kongres 21 Desember mendatang di Uzbekistan.

"Jika kelasnya dipertandingkan siap saja (tampil di Olimpiade Paris 2024). Kan kita tidak tahu ya karena kelasnya saja dikurangi jadi lima nomor dan kami masih belum tahu kelas berapa saja yang dpertandingkan. Itu yang repot," kata Eko kepada detikSport, menyoal kepastian tampil di Olimpiade 2024.

Bukan tanpa alasan Eko mengatakan demikian. Ia khawatir kepengurusan IWF yang baru justru memilih kelas berat dan menguntungkan atlet mereka.

"Bisa saja kelas-kelas berat, sementara kelas kecil dikurangi, karena mereka ingin juga medali. Sebab, rata-rata kelasnya diambil (dominasi) China. Kita (Indonesia) sendiri kewalahan. Tapi memang (harus diakui) kelas-kelas bawah didominasi Asia semua. Eropa tidak ada," ujarnya.

Sepanjang karier Eko Yuli di ajang internasional, lifter asal Lampung ini kerap sukses di tiga kelas kecil. Mulai dari kelas 56 kg, kelas 62 kg, dan kini 61 kg. Dari ketiganya, Eko mampu merebut dua medali perunggu dan dua medali perak Olimpiade mulai 2008 hingga 2020.



Simak Video "Jadi Korban Body Shamming, Ini Respons Atlet Angkat Besi Nurul Akmal"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)