MPR Akan Gelar Turnamen Catur Nasional 'Indonesia Master II' Maret 2022

Erika Dyah - Sport
Kamis, 13 Jan 2022 21:05 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) akan kembali menyelenggarakan turnamen catur, Indonesia Master II. Turnamen yang memperebutkan Piala Bergilir Ketua MPR RI bakal digelar pada Maret 2022 di Komplek MPR RI.

Bamsoet mengatakan ajang ini merupakan kelanjutan dari turnamen catur Indonesia Master I yang diselenggarakan pada 12-13 Juni 2021 lalu.

"Turnamen catur Indonesia Master I memperebutkan Piala Bergilir Ketua MPR RI berhasil diikuti 50 peserta. Terdiri dari 4 Grandmaster, 20 Master Internasional, 6 atlet putri Pelatnas SEA GAMES, atlet catur junior rising star, dan beberapa atlet perwakilan provinsi se-Indonesia hasil seleksi/kualifikasi," jelas Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (13/1/2022).

"Sehingga untuk Indonesia Master II, akan kita tingkatkan dengan mengundang perwakilan pecatur profesional dari berbagai negara ASEAN. Menjadikan Indonesia Master II sebagai turnamen mempererat persahabatan Indonesia dengan negara-negara ASEAN," sambungnya.

Dalam pertemuannya dengan panitia turnamen catur Indonesia Master II Piala Bergilir Ketua MPR RI hari ini, Bamsoet mengungkap perkembangan olahraga catur di Indonesia semakin membanggakan.

Ia menyebutkan, Women Grandmaster Irene Kharisma Sukandar yang juga pernah terlibat dalam turnamen catur Indonesia Master I berhasil mencetak sejarah dengan menjadi pecatur wanita pertama pemenang turnamen UAE 50th National Day Rapid Chess 2021. Diketahui, ajang ini diselenggarakan di Dubai Chess Club, Uni Emirat Arab pada 1-2 Desember 2021.

"Sedangkan dalam turnamen VIII Sunway Sitges International Chess Festival di Barcelona, Spanyol, pada 23 Desember 2021, International Master Gilbert Elroy Tarigan berhasil meraih Norma Grandmaster pertama. Sementara Women International Master Ummi Fisabilillah meraih norma Women Grand Master (WGM) kedua. Serta pecatur Pelatnas termuda, Laysa Latifah yang berumur 15 tahun, melengkapi pencapaian tim Indonesia dengan meraih norma Women International Master (WIM) pertama," paparnya.

Lebih lanjut, Bamsoet menerangkan turnamen catur Indonesia Master II kali ini akan menargetkan para peserta yang terdiri dari 18 Grandmaster/International Master Perwakilan 9 Negara ASEAN, 6 orang Internasional Master Indonesia setelah melalui babak kualifikasi lichess online, 6 orang Master Nasional Indonesia setelah melalui babak kualifikasi lichess online, 6 orang Non Master Indonesia setelah melalui babak kualifikasi lichess online, 6 orang Pecatur Wanita Indonesia setelah melalui babak kualifikasi lichess online, serta 6 orang Pecatur Junior Indonesia setelah melalui babak kualifikasi lichess online.

"Sehingga bisa menjadi tempat berlatih sekaligus mengasah kemampuan para atlet catur nasional agar bisa lebih banyak lagi menghasilkan prestasi yang membanggakan Indonesia," pungkasnya.

Sebagai informasi, pertemuan Bamsoet Panitia Turnamen Catur Indonesia Master II turut dihadiri oleh Ketua Oni Benyamin, Sekretaris Laode Rahman, dan Bagian Pendanaan Mansur Abdullah. Hadir pula Ketua Komunitas Pecinta Catur Indonesia Hatta Taliwang.

Dalam kesempatan ini, Bamsoet pun mengungkap sejumlah turnamen catur yang pernah diselenggarakan pihaknya, seperti Turnamen Catur Piala Tetap Ketua MPR RI pada Juni 2020 yang diikuti berbagai kalangan masyarakat.

Sebelumnya, saat memimpin DPR RI, Bamsoet juga pernah menyelenggarakan turnamen catur memperebutkan Piala Ketua DPR RI pada 23 Maret 2019. Bahkan, kegiatan ini mendapatkan rekor MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) sebagai Turnamen Catur dengan Peserta Master Terbanyak. Sehingga, total sudah akan ada 4 turnamen catur yang diselenggarakan oleh Bamsoet. Baik saat dirinya memimpin DPR RI hingga memimpin MPR RI.

(akn/ega)