ADVERTISEMENT

Ada Kejuaraan Internasional, Perbakin-KOI Harapkan Diskresi Karantina

Mohammad Resha Pratama - Sport
Sabtu, 22 Jan 2022 03:20 WIB
ASAKA, JAPAN - JULY 31: Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba of Team Indonesia competes in 50m Rifle 3-Positions Women Qualification on day eight of the Tokyo 2020 Olympic Games at Asaka Shooting Range on July 31, 2021 in Asaka, Saitama, Japan. (Photo by Kevin C. Cox/Getty Images)
Indonesia jadi tuan rumah kejuaraan dunia menembak Februari 2022 (Getty Images/Kevin C. Cox)
Jakarta -

Indonesia bakal jadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Menembak bulan depan. Maka Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (PB Perbakin) berharap adanya diskresi karantina.

Soal diskresi sempat disampaikan oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI) lewat Ketua Umum Raja Sapta Oktohari kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali. Okto meminta pemerintah dapat memberikan kebijakan terkait diskresi karantina terhadap pelaku olahraga yang datang dari luar negeri.

Pasalnya Indonesia bakal menghelat sejumlah event internasional seperti MotoGP, Kejuaraan Dunia Panjat Tebing, dan juga ISSF Grand Prix Rifle/Pistol. Untuk ajang terakhir akan dihelat pada 8-18 Februari di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta.

ISSF Grand Prix Rifle/Pistol di Indonesia adalah bagian dari rangkaian Piala Dunia Menembak 2022 yang rencanya dihelat di enam kota. Setelah Indonesia, giliran Mesir, Brasil, dan Azerbaijan. Dua negara tersisa di Eropa masih akan ditentukan.

Perbakin tentu jadi galau karena belum ada kejelasan dari pemerintah terkait diskresi karantina. Sebab Menpora Amali masih akan membicarakan itu dengan Presiden RI Joko Widodo dalam rapat terbatas.

"Bagi Perbakin, diskresi karantina sangat diperlukan. Apalagi kami berencana menggelar Grand Prix yang menjadi tolak ukur ISSF (federasi Menembak internasional) agar Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sebab, event ini menjadi acuan mereka untuk melihat kesiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah World Cup," ujar Sekjen PB Perbakin Hendry Oka dalam rilis kepada detikSport.

"Izinkan kami mendapat kabar bahagia yang sempurna. Jika diskresi karantina untuk pelaku olahraga bisa direaliasikan segera, terutama di Grand Prix, kegembiraan kami terasa lengkap. Sebab, kita juga akan mendapat kabar gembira kalau bendera Merah Putih bisa dikibarkan lagi pada bulan depan," sambungnya.

"Dunia olahraga butuh diplomasi tingkat tinggi seperti yang dilakukan Pak Okto, terutama terkait kebutuhan diskresi karantina bagi pelaku olahraga dapat terealisasi. Kami percaya beliau dapat menyuarakan aspirasi ini."

Kebetulan Perbakin baru saja mempresentasikan soal kejuaraan dunia tersebut kepada Kemenpora dan juga KOI, Jumat (21/1/202). KOI berharap Pemerintah RI mau memberlakukan sistem bubble seperti yang dilakukan di Olimpiade 2020 Tokyo.

Perbakin-KOIPerbakin dan KOI Foto: Istimewa

Sistem bubble ini nantinya berlaku untuk atlet Indonesia yang baru pulang menjalani tryout dari luar negeri dan atlet, official, serta delegasi asing. Dengan sistem bubble ini, event olahraga bisa dihelat dengan aman tanpa adanya kekhawatiran dari atlet soal kondisi fisik serta psikis mereka.

"Sebenarnya sistem bubble tidak terlalu sulit. Sudah terbukti di Olimpiade Tokyo berhasil diterapkan. Untuk Grand Prix, kami rencananya akan tinggal di hotel yang berada di samping lapangan tembak. Kami akan beri jalur akses jalan dan memastikan area itu steril sehingga sistem bubble ini bisa berjalan baik," papar Okto.



Simak Video "Menpora Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp 3 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT