SEA Games Hanoi Terapkan Sistem Gelembung

Mercy Raya - Sport
Kamis, 27 Jan 2022 12:57 WIB
HANOI, VIETNAM - MAY 16: People rollerskate at Hoan Kiem pedestrian street on May 16, 2020 in Hanoi, Vietnam. Though some restrictions remain in place, Vietnam has lifted the ban on certain entertainment facilities and non-essential businesses, including pubs, cinemas and spas & other tourist attractions to recover domestic tourism. On April 23, the Ministry of Transport started to increase domestic flights and trains to major destinations with limited passenger capacity. As of May 16, Vietnam has confirmed 318 cases of coronavirus disease (COVID-19 ) with no deaths in the country, 260 fully recovered and no new case caused by community transmission for 30 days.
Ilustrasi Kota Hanoi, Vietnam (Foto: Getty Images/Linh Pham)
Jakarta -

Pelaksanaan SEA Games yang berlangsung di Hanoi, 12-23 Mei ini bakal menerapkan sistem bubble yang terbagi dalam enam klaster.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry Kono usai mengikuti Chef de Mission (CdM) Virtual Meeting, beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, kata Ferry, Panitia Penyelenggara SEA Games Vietnam (VISGOC) memberikan keterangan terkait prokes yang diterapkan tuan rumah dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.

"Sistem bubble atlet dibagi per cabang olahraga, negara, dan gender. Satu hotel akan ditempati cabor yang sama, nanti lantai untuk atlet putra dan putri juga akan dipisahkan. Panitia juga akan melakukan swab antingen test berkala setiap tiga hari sekali sebagai langkah deteksi dini dan menyediakan sarana dan tenaga medis di setiap hotel," kata Ferry dalam rilis yang diterima detikSport, Kamis (27/1/2022).

Kendati sudah menjabarkan terkait protokol kesehatan, Ferry menyebut, KOI masih menunggu technical handbook (THB) yang dinilai belum memberi gambaran detail dari masing-masing cabor.

Sebagai informasi, SEA Games nanti akan mempertandingkan 40 cabor dengan 526 nomor event. Mengingat SEA Games terbagi di enam kluster, di mana kota Hanoi menjadi pusat. Sementara lima kota lainnya adalah Hai Phong, Bac Ninh, Hai Duong, Quang Ninh, dan Ha Nam. KOI menilai kesiapan tuan rumah menjadi penting.

"Jarak kota tersebut dari Hanoi sangat berjauhan, sekitar 30 km - 150 km. Kami meminta hal itu dipertegas dalam THB yang akan direvisi dan berharap bisa segera dikirim ke setiap NOC, sehingga kami tahu bagaimana kesiapan panitia terkait transportasi. Baik yang didedikasikan untuk NOC, CdM, maupun atlet," kata Ferry.

"Kami juga sempat menanyakan beberapa hal menyangkut batasan pemain naturalisasi untuk cabor basket. Kemudian menyangkut THB Federasi Tenis Meja Asia terbaru, kesiapan organizing committee menyiapkan headquarters dan ruangan medis bagi tim dokter," imbuhnya.

VISGOC sebelumnya juga berencana mengundang perwakilan NOC di Asia Tenggara untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana. Namun, mereka masih perlu menunggu situasi kasus COVID-19 di Vietnam menurun terlebih dulu.

(mcy/aff)